Langsung ke konten utama

Re-Rice : Mudahnya Gaya Hidup Sehat

Re-Rice Live Rice Maker
(dok. Andini Harsono)


Makan makanan sehat memang seharusnya dikonsumsi setiap hari. Namun, rasanya begitu sulit menerapkannya. Alasannya, mulai dari menyiapkan bahan-bahannya cukup lumayan menguras energi dan kantong hingga proses pengolahannya yang ribet. Apalagi di zaman now, orang-orang suka jajan di luar dengan alasan lebih praktis meskipun merogoh kantong cukup dalam. Ada juga sekarang catering yang menyediakan makanan sehat atau makanan diet. Tapi tentunya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan beli makanan di warteg sebelah, hehe.

Sebagai anak kosan, saya harus pandai mengatur pola makan (makanan apa yang saya makan) setiap hari. Harus disiplin membedakan mana yang butuh mana yang ingin. Makanan mana yang memang dibutuhkan oleh tubuh atau keinginan semata. Beragam jajanan kekinian tidak jarang menggoda iman saya untuk sering makan atau minum itu. Tapi lagi-lagi saya ingat bahwa biaya rumah sakit itu mahal sehingga saya sering marah terhadap diri sendiri apabila saya masih nakal untuk makan yang aneh-aneh. Terlebih penyakit lambung yang saya alami menuntut saya untuk lebih tertib dan disiplin soal makan.

Ditengah kesulitan memasak di kosan, alhamdulillah saya masih bisa konsumsi makanan sehat sehari-hari. Saya masih bisa makan nasi merah setiap hari, atau kalaupun nasi putih, saya selalu minta dikurangi porsinya. Lalu bagaimana kalau saya sedang ada meeting atau ada kegiatan di luar? Saat ini banyak rumah makan atau restoran menyediakan nasi merah. Maka sebisa mungkin saya selalu makan nasi merah. Tahapan pertama saya menuju disiplin makan makanan sehat adalah mengganti nasi putih dengan nasi merah. Kemudian dalam piring makan saya harus ada sayur, entah ditumis atau kuah. Mengurangi lauk yang digoreng (meskipun saya cinta mati dengan ayam goreng dan tempe goreng), dan seimbangkan dengan buah.
                                                                                     
Jumat minggu lalu menjadi Jumat yang berkah bagi saya. Berkesempatan mengunjungi dapur Readboy Indonesia di kawasan Boulevard Artha Gading, Jakarta Utara membuat saya semakin melek makanan sehat itu mudah dibuatnya. Anggapan bahwa masak makanan sehat itu ribet, luntur seketika siang itu.

PT. Readboy Indonesia telah sukses sebagai pelopor dalam meluncurkan 2 mesin canggih yaitu Re-Bread (mesin pembuat roti) dan Re-Noodle (mesin pembuat mie). Saat ini PT. Readboy Indonesia kembali meluncurkan produk baru yaitu Re-Rice Live Rice Maker (mesin penggiling padi yang didesain khusus untuk penggunaan rumah tangga demi mendapatkan beras hidup yang segar dan sehat.   

Kemarin saya melihat cara kerja ketiga mesin tersebut. Saya kagum dan merasa wajib punya semuanya hehe..

Re-Bread

Saya terpesona dengan mesin pembuat roti ini. Pasalnya mesin ini bukan hanya bisa membuat roti tapi juga yoghurt, macaroni schotel, dan selai buah. Re-Bread juga praktis karena mengadon, fermentasi dan memanggang menjadi satu. Memiliki self timer yang bisa diatur waktu matangnya dan hemat listrik. Dengan menggunakan Re-Bread maka kita bisa membuat roti dengan bahan-bahan sehat dan tanpa bahan pengawet. Apabila Anda membeli Re-Bread maka akan mendapatkan buku resep makanan sehat yang mudah dan praktis. Selain itu, gratis pula timbangan digital, sendok dan gelas ukur, sarung tangan, dan tatakan. Harganya? Sedang promosi menjadi Rp. 1.980.000,-

Re-Bread dan macam-macam makanan yang dihasilkannya
(dok. Andini Harsono)

Kemarin saya mencicipi roti pandan srikaya dan roti cokelat kacang dengan cokelat yang meleleh. Roti yang dihasilkan empuk, lembut tapi crunchy. Semua bahan tidak menggunakan pengawet dan dicampur dengan buah-buahan atau serat dari sayur asli. Jadi harus segera dikonsumsi.

Desain mesin Re-Bread juga menarik. Tidak terlalu besar sehingga tidak menghabiskan tempat di dapur. Dilengkapi dengan tombol-tombol yang mudah untuk digunakan dengan petunjuk yang mudah dimengerti.

Re-Noodle

Mesin kedua adalah mesin pembuat mie. Re-Noodle dilengkapi dengan fitur Fuzzy Logic yang berfungsi untuk menghentikan mesin dengan otomatis bila adonan terigu sudah habis dalam wadah. Kemudian Down Force yang menghasilkan mie langsung keluar dari cetakan ke bawah sehingga mie tidak akan saling menempel dan lengket. Re-Noodle juga dilengkapi dengan 7 cetakan mie termasuk cetakan untuk penne/macaroni, kulit pastel dan gyoza.

Lagi-lagi mesin ini digunakan untuk rumah tangga, sehingga kita bisa membuat mie sendiri di rumah. Kita bisa memasukan buah atau sayur pada adonan mie agar menjadi lebih sehat. Bagi Ibu-ibu yang suka kebingungan karena anaknya lebih doyan makan mie daripada nasi, Re-Noodle bisa menjadi solusi praktis. Ibu bisa membuat sendiri mienya tanpa bahan pengawet dan memasukan sari buah dan sayur utuh ke dalam adonan.

Re-Noodle
(dok. Andini Harsono)

Cara buatnya mudah, tepung terigu, air dan buah atau sayur digiling jadi satu. Sebelum dicampurkan ke dalam tepung terigu, buah atau sayur diblender hingga halus lalu masukan seluruhnya tanpa disaring. Seluruh adonan diaduk selama 5 menit dan otomatis keluar berbentuk mie sesuai yang diinginkan (cetakan).

Kemarin saya mencicipi mie dari buah naga dengan kuah tom yam. Lalu mie dari sayur selada yang diolah menjadi spaghetti aglio. Rasa buah naga dan seladanya masih sangat terasa pada mie. Enaaak... Semua itu buatan Chef Andrian dan Chef Dwi yang memberi resep kece kepada kami siang itu.

Mie Buah Naga Kuah Tom Yam..
(dok : @robitmh)

Harganya Rp. 2.880.000,- sudah dapat timbangan digital, gelas ukur, cetakan dan resep mie.

Re-Rice Live Rice Maker

Mesin penggiling padi ini membuat saya takjub. Ternyata sekarang semakin mudah untuk menggiling gabah di rumah. Dengan mesin ini kita bisa mengonsumsi beras hidup setiap hari. Re-Rice secara khusus akan memproses hingga beras masih memiliki kulit ari/bekatul sehingga seluruh nutrisi (serat, berbagai vitamin dan mineral, bahkan antioksidan) yang ada pada beras bisa kita dapatkan seluruhnya.

Nasi Hitam Goreng Cakalang hasil dari penggilingan Re-Rice
(dok. Andini Harsono)

Re-Rice merupakan pelopor dan satu-satunya mesin penggiling padi untuk rumah tangga. Dengan menggiling gabah sendiri maka kita akan semakin aman untuk mengonsumsinya. Karena tidak ada bahan pengawet, campuran kimia dan digiling dengan higienis. Gabah yang digiling adalah gabah hidup. Sehingga beras yang dihasilkan lebih segar, lebih nikmat dan bergizi.

Pada penggilingan pertama dan kedua, kulit gabah yang terkumpul dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Sedangkan pada gilingan ketiga, pada wadah sekam akan terkumpul kulit ari beras/bekatul yang sangat bermanfaat untuk dikonsumsi diantaranya untuk memperlancar pencernaan, menurunkan kolesterol, mengandung anti oksidan dan tokotrienol untuk melawan radikal bebas dan kanker, memperbaiki metabolisme tubuh bahkan dapat digunakan sebagai masker wajah untuk melembabkan dan menghaluskan kulit.

Kalau kita biasanya menyimpan beras dalam waktu lama, beras yang dihasilkan dari mesin Re-Rice ini tidak bisa disimpan lebih dari 4 minggu. Karena berasnya beras hidup sehingga kalau terlalu lama disimpan menyebabkan teroksidasi dengan udara dan mulai berkutu.

Tentunya dengan menggiling gabah sendiri di rumah, kita akan terlindungi dari resiko beras berpemutih, berbahan pengawet, borak, formalin, tawas dan bahan berbahaya lainnya. Harganya Rp. 2.980.000,- sudah termasuk food container, strainer, dan gabah natural putih 4 kg.

Jenny Widjaja, CEO PT. Readboy Indonesia menyatakan bahwa dirinya prihatin dengan pola makan masyarakat sekarang, termasuk dalam memilih beras di pasaran. Beras menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa diabaikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi penting dalam tubuh. Untuk itu, kita harus memilih beras berkualitas bagus agar seluruh manfaat beras mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh kita. Karena keprihatinannya tersebut, Jenny memutuskan untuk memberikan solusi melalui ketiga alat tersebut mampu membantu masyarakat dalam makan makanan sehat setiap harinya tanpa khawatir tercampur dengan berbagai zat kimia. Jenny juga optimis bahwa semakin hari masyarakat akan semakin sadar dan beralih untuk menjaga pola makanan sehatnya serta mengubah gaya hidup sehat.

Jenny Widjaja, CEO PT. Readboy Indonesia
(dok. Andini Harsono)

Ketiga alat tersebut mudah untuk digunakan dan mudah untuk dibersihkan. Sesibuk apapun kita, tidak ada lagi alasan untuk malas konsumsi makanan sehat. Re-Bread, Re-Noodle, dan Re-Rice memudahkan kita untuk menjaga pola makan tetap sehat ditengah kesibukan melanda setiap harinya.

Saya dan Chef Andrian
(dok. Andini Harsono)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Speak Your Mind" GIV Body Wash Untuk Remaja Aktif dan Dinamis

Memilih sabun mandi bagi kaum hawa terkadang menjadi pilihan yang sulit. Dengan berbagai macam persyaratan dan yang paling mendasar adalah dia harus wangi dan tidak membuat kulit kering. GIV salah satu brand senior sabun mandi kini hadir memberikan warna baru untuk generasi milenial. “Speak Your Mind” adalah program roadshow ke 8 kampus di Indonesia yang diselenggarakan GIV untuk mengajak generasi muda di Indonesia menyuarakan eksistensinya, menjadi aktif, lebih percaya diri, dan juga berprestasi. Pada program ini, GIV mencari anak muda dengan talenta di bidang public speaking untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi calon presenter masa depan. “Speak Your Mind” dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober di 8 universitas di Indonesia, yaitu Atma Jaya Jakarta, Universitas Multimedia Nusantara Tangerang, Telkom University Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Sumatera Utara Medan.
Untu…

Ibu dan Generasi Emas Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2017 ini mengambil tema “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga.” dengan harapan setiap keluarga di Indonesia menjadi barisan terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak, baik dalam hal pendidikan hingga memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya.


Hal ini seiring sejalan dengan adanya program pemerintah menuju Generasi Emas 2045 dimana diperlukan awareness dari orang tua (terutama Ibu) terhadap putra-putrinya. Menurut dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pada acara Diskusi Publik Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045." yang diselenggarakan oleh Yayasan Adhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) beberapa waktu lalu bahwa anak Indonesia memiliki permasalahan gizi yaitu gizi kurang, kurus, pendek, obesitas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memiliki prioritas pembangunan kesehatan yaitu pengurangan kekurangan…

Gerakan Sosial #KitaSama Kasih Untuk Sahabat Disabilitas

Sejak kecil saya diajarkan oleh orang tua dan lingkungan keluarga untuk selalu menghormati orang lain dalam kondisi apapun itu. Menjalin pertemanan dengan siapapun itu tanpa pandang bulu. Termasuk dengan sahabat disabilitas. Justru saya banyak belajar dari mereka untuk lebih semangat lagi dalam menjalani kehidupan. Mereka sangat berupaya untuk bertahan hidup dan meraih mimpi-mimpi, cita-cita dan keinginannya.
Salah satunya yaitu dapat hidup mandiri tidak menyusahkan banyak orang. Sahabat disabilitas punya banyak kemampuan dimana kalau diasah terus menerus akan menjadi sesuatu yang mengesankan serta bermanfaat. Mereka sangat bersabar untuk berlatih dan giat mencoba hal-hal yang baru ditengah keterbatasan.


Beberapa bulan lalu, seorang teman mengajak saya bergabung dalam gerakan sosial untuk mendukung mewujudkan mimpi-mimpi sahabat disabilitas. Tanpa pikir panjang saya mengiyakan ajakannya. Kemudian saya bertemu dengan para sahabat disabilitas dengan berbagai kemampuan dan bakatnya. Ada ya…