Langsung ke konten utama

Gugur Bunga

Gugur Bunga

Sudah hampir 2 bulan tidak ada kabar darimu sejak kamu memutuskan untuk meminta jeda. Entah yang dimaksud jeda pada hidupmu atau jeda tentang kita.

Pada-Nya aku bertanya kabar tentangmu, tentang keadaanmu. Tak mungkin bila aku memulai dulu menghubungimu karena permintaanmu mengenai jeda itu terlampau rumit bagiku.

"Hah? Oh My God.." teriakku sesaat setelah membuka akun Instagram dan kudapati pada timeline ku postingan fotomu yang menjawab semua pertanyaanku. Kenapa kamu menghilang? Kenapa kamu meminta jeda? Kenapa kamu tidak ada memberi kabar kepadaku?

Ya, jawabannya adalah kamu telah menentukan pilihan.

Sepersekian detik aku merasa hilang kesadaran, mata masih melotot terbelalak dengan mulut agak menganga melihat fotomu itu.

Salah seorang kerabat pernah bercerita padaku,

"Suatu hari aku bertanya pada Tuhan apakah Laila untukku? Aku bertanya pada Tuhan, apakah cintaku terlarang untuk Laila? Berhari-hari aku terus menanyakannya hingga suatu siang aku melihat Laila berboncengan dengan laki-laki lain lewat dihadapanku."

"Lalu kau menyimpulkan itu jawaban atas pertanyaanmu?" tanyaku padanya

"Setelah kuketahui hal itu, apa lantas aku mengingkari apa yang aku lihat? Menurut nalarmu saja."

"Bisa saja itu kakaknya, saudaranya, atau.."

"Cinta memang sulit untuk dibantahkan. Semakin dalam kau menanyakan tentang 'apakah cintaku terlarang padanya?' jawabannya ada sedekat batang hidungmu."

"Lalu kau menyerah begitu saja?"

"Laila tidak datang lagi kepadaku. Apa aku harus tetap menunggunya?"

"Katanya kau mencintainya. Harusnya kau rela memperjuangkan cintamu."

"Tidak ada yang harus diperjuangkan. Semakin kau tersakiti karena kau mencintainya, itu berarti kau tak sungguh-sungguh mencintainya."

"Tapi kau harus menanyakan siapa laki-laki itu, untuk memastikan. Jangan berprasangka dulu."

"Gunakan nalarmu."

Sepersekian detik kemudian aku sadar di bawah ribuan rintik hujan. Cuaca dingin semakin dingin, hiruk pikuk kota mendadak sunyi. "Inikah jawabannya?"

"Jadi kau langsung memutuskan untuk melupakan Laila? Kau tidak kecewa? Tidak sakit hati? Tidak penasaran mencari tahu?"

"Gunakan nalarmu."

Hujan terlampau deras dibandingkan nalarku.

---
Jakarta, Januari 2018


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…