Langsung ke konten utama

Rumah Sakit Husada Melayani Meningkatkan Mutu Tiada Henti

Seorang pasien sedang melakukan Dental X-ray di Rumah Sakit Husada
(dok. Rumah Sakit Husada)
Kesehatan adalah nikmat luar biasa yang patut disyukuri. Sudah seharusnya kita menjaganya. Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat salah satunya adalah cek kesehatan secara berkala. Masyarakat tentunya memerlukan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjamin keamanannya. Maka dari itu, masyarakat semakin kritis dalam memilih rumah sakit yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat dengan baik dan bermutu. Rumah Sakit Husada sudah membuktikan sebagai pelayan kesehatan masyarakat selama 92 tahun. Rumah sakit yang dulu bernama “Jang Seng le” didirikan pada 28 Desember 1924 oleh dr. Kwa Tjoan Sioe dan beberapa teman sejawat. Pada 25 Juni 1971, Rumah Sakit Husada ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Pusat bagian Utara.


Instalasi Radiologi Rumah Sakit Husada
(dok. Andini Harsono)

Lobby Rumah Sakit Husada
(dok. Andini Harsono)



Pada ulang tahunnya yang ke 92 ini, Rumah Sakit Husada berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanannya dengan membuka pelayanan kanker, menghadirkan dokter-dokter muda profesional, dan melengkapinya dengan alat-alat medis tercanggih. Yang tidak kalah diperhatikan adalah terus meningkatkan mutu pelayanan dari para karyawan Rumah Sakit Husada. Membudayakan senyum, sapa dan salam saat menerima semua pasien dan masyarakat yang berkunjung di Rumah Sakit Husada. Menurut Dr. Erniody Sp. An, KIC, M. Kes, Rumah Sakit Husada memiliki pasien yang loyal dari generasi ke generasi dalam satu keluarga. Hal itu terjadi karena Rumah Sakit Husada mempunyai pelayanan kesehatan bermutu.

dr. Erniody Sp. An, KIC, M. Kes, Direktur Utama Rumah Sakit Husada
(dok. Rumah Sakit Husada)

3D Panoramic Dental X-Ray (Deteksi Dini Kesehatan Gigi Anda dengan Dental X-ray)

Jangan remehkan sakit gigi. Selama ini masyarakat beranggapan bahwa sakit gigi adalah hal yang biasa. Padahal dari gigi bisa menjadi penyebab berbagai penyakit. Salah satunya jantung. Kuman-kuman yang ada di gigi bisa masuk ke katub-katub jantung melalui aliran darah. Sehingga menghambat kinerja jantung. Dengan Dental X-Ray dapat membantu dokter gigi mendeteksi kerusakan atau penyakit yang tidak terlihat selama pemeriksaan rutin pada gigi.

Manfaat dental X-ray antara lain mengetahui jumlah, ukuran, dan posisi gigi, kehadiran dan tingkat karies gigi/gigi berlubang, gigi abscessed, rahang retak, maloklusi gigi, dan kelainan gigi dan tulang rahang. Sinar X sendiri bukan hal baru di dunia kedokteran, setelah sebelumnya digunakan untuk membantu mendeteksi kesehatan tulang dan paru.

Dental X-ray
(dok. Andini Harsono)

Pusat Onkologi

Pusat onkologi adalah salah satu program pengembangan Rumah Sakit Husada di tahun 2017. Rumah Sakit Husada siap menerima pasien kanker dengan kesiapan alat-alat medis, obat-obatan dan bangunan khusus untuk pasien kanker rawat inap yang terletak di samping hutan tropis. Hutan yang sudah ada sejak tahun 90-an ini, menjadi kelebihan Rumah Sakit Husada untuk merawat pasien kanker. Pasien akan merasa berada di rumah sendiri. Dengan ketenangan jiwa dan kedamaian dipercaya dapat menambah kekuatan pasien dalam berjuang melawan kanker.

Saya ketika mengunjungi Rumah Sakit Husada juga merasa berada di rumah sendiri. Sejuk dan tenang. Rumah sakit dengan luas 66 hektar dengan kapasitas 311 tempat tidur dan memiliki fasilitas ruang rawat inap super suite, suite, VIP Superior, VIP Standard, Kelas I, II, III, ruangan anak, ruangan untuk kebidanan dan penyakit kandungan, ruangan perawatan intensif (ICU/ICCU).

Laboratorium Pemeriksaan Hematologi Rumah Sakit Husada
(dok. Andini Harsono)

dr. Liliani Wahyu Sp. Mata saat bertemu media dan blogger
(dok. Andini Harsono)

Selain itu, Rumah Sakit Husada memiliki peralatan laboratorium pemeriksaan hematologi. Keadaan darah di tubuh seperti kadar hemoglobin, bentuk sel darah, adanya kekentalan dalam darah, dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan Hematologi. Hasil pemeriksaan dapat diketahui dalam waktu tiga hari lebih cepat dari alat lainnya.
Dokter-dokter muda yang ramah juga akan menjadi teman baik pasien agar tidak takut menghadapi penyakitnya. Saya bertemu dengan dr. Subrady Leo SS, SpBS ahli syaraf yang sangat ramah dan menjelaskan tentang apa itu penyakit syaraf dengan bahasa senderhana dan gaya santai. Lalu dr. Liliani Sp.Mata yang memberikan penjelasan tentang mata minus, silinder serta lasik.

Rumah Sakit Husada juga akan melakukan pengembangan selain pusat onkologi seperti ambulans transport menjadi ambulans critical, klinik sleep apnoe, husada heart centre, pusat bedah minimal invasif, pusat endoskopi, dan brain&spine centre.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…