Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

#antihoakskesehatan Untuk Indonesia Sehat

Pernahkah Anda melihat iklan di televisi tentang pengobatan tradisional dan dia mengklaim dapat menyembuhkan segala macam penyakit? Atau ada juga yang mengesankan seakan-akan tenaga kesehatan atau dokter yang menyarankan itu padahal belum jelas obatnya, belum jelas alamat prakteknya dan belum jelas izinnya.
Kesehatan adalah masalah vital semua orang. Siapa yang tidak ingin sehat. Berbagai cara dilakukan untuk tetap sehat atau kembali sehat apabila yang sedang sakit. Banyaknya iklan kesehatan baik offline maupun online, baik di media cetak maupun elektronik, membuat masyarakat harus lebih teliti menyikapinya. Saat ini banyak berita yang bisa saja hoaks, tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Sedihnya lagi tak jarang hoaks menjadi viral ketika semua orang percaya.
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1787/MENKES/PER/XII/2010 tentang Iklan dan Publikasi Pelayanan Kesehatan sebagai bentuk perlindung…

Tetap Produktif di Usia Senja

Memasuki usia senja banyak yang bilang sudah sulit mengatur metabolisme urusan ke “belakang”. Bahkan ada pula yang memang sulit menahan untuk buang air kecil. Keadaan tidak normal ini disebut inkontinensia urin dimana seseorang mengalami kesulitan menahan buang air kecil yang disebabkan oleh melemahnya otot-otot kandung kemih.
Inkontinensia urin terbagi menjadi 3 tipe yaitu :
Overflow, yaitu urin dalam kandung kemih sudah terlalu penuh. Gejalanya ketika sudah buang air kecil masih terasa belum tuntas, sehingga bolak balik ke toilet.
Stress, ketika batuk, tertawa atau bersin, urin akan keluar dengan sendirinya karena terjadi peningkatan tekanan dalam perut.
Urge, ditandai dengan ketidakmampuan menunda berkemih setelah sensasi berkemih muncul, karena otot kandung kemih tidak stabil.
Ketika permasalahan itu terjadi, menggunakan popok dewasa adalah solusi tepat. Tetapi tidak boleh sembarangan memilih. Harus teruji secara klinis agar tidak terjadi iritasi pada kulit. Popok dewasa juga biasa di…

Saya, Susu dan Hidup Sehat

Sejak kecil saya paling doyan minum susu. Bahkan minum susu menggunakan botol masih saya lakukan hingga duduk di Taman Kanak-kanak (hehe). Bangun tidur, mau tidur harus ada susu. Mama saya paling rajin untuk menyiapkan susu. Memang ya, kasih Ibu sepanjang masa.
Ketika sudah dewasa, saya masih mengkonsumsi susu sebagai menu sarapan. Meskipun tidak setiap hari karena saya selingi dengan teh di pagi hari. Susu yang saya konsumsi adalah susu bubuk coklat. Saya paling sebal kalau pulang kampung ke Tasik, Bapak saya mengganti susu bubuk coklat saya dengan susu kental manis rasa coklat. Rasanya jelas beda. Sangat manis dan eneg. Sejak itulah saya selalu bekal susu bubuk coklat sendiri kalau pulang ke rumah Bapak.
Memang telah tertanam di pikiran banyak orang bahwa susu kental manis adalah susu. Padahal kalau dibaca di labelnya, hanya sedikit kandungan susunya. Jadi lebih baik memang dikonsumsi sebagai topping makanan. Saya suka roti tawar dengan topping susu kental manis coklat, atau es buah d…

Momen Makan Adalah Alat Komunikasi Ampuh Ibu dan Anak

“Kamu harus memberikan yang terbaik untuk anak-anakmu kelak, karena Mama selalu memberikan yang terbaik untuk kamu.”
Kalimat ampuh dari almarhumah Mama saya setiap kami berbincang tentang keluarga. Kalimat tersebut juga menyiratkan bahwa kasih Ibu sepanjang masa. Tidak ada yang bisa melebihi kasih sayang seorang Ibu. Kini sosok yang bawel, super protektif, super detail dan perhatian ini tidak ada lagi. Rindu? Jangan ditanya. Menyesal? Pasti. Karena banyak waktu yang terbuang ketika 25 tahun saya bersamanya.
Sejak masuk dunia kerja apalagi sambil kuliah waktu itu, banyak waktu saya tersita berada di luar rumah. Belum untuk sosialisasi pertemanan hingga menjalin hubungan asmara alias pacaran. Setiap pulang ke rumah, pasti Mama sudah tidur atau terbangun hanya sebentar. Besok paginya saya sudah harus berangkat kantor yang tidak jarang meninggalkan sarapan demi mengejar waktu agar tidak terlambat. Akhir pekan selalu disibukkan dengan kegiatan kuliah atau acara kampus. Habislah waktu untuk…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…

Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup Sehat

"Setengah dari porsi makanmu harus komposisi buah dan sayur." kata dr. Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI yang selalu terngiang dalam telinga saya. Sejak itulah saya selalu berusaha menjalankannya setiap hari. Minimal konsumsi buah dan sayur menjadi menu wajib makan siang saya. Meskipun masih jauh dari ideal, namun saya berusaha mengubah pola hidup saya diawali dengan mengubah makanan yang saya makan.
Saya terlahir dari keluarga "besar" artinya gemuk-gemuk. Keluarga saya juga kompakan mengidap diabetes dan darah tinggi. Maka dari itu saya beresiko terkena penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih akibat makan yang mungkin tidak terkontrol. Ditambah jarang berolahraga atau memang bawaan. Entahlah, yang jelas saya ingin mengubah pola hidup saya menjadi lebih sehat karena saya ingin menikmati hidup hingga 1000 tahun lamanya (maap lebay dikit hehe)
World Obesity Day p…

Hi, R...

Hi, R..
Sejak sayup-sayup kudengar namamu
Ada getaran dalam telinga tentang kamu
Gaduh hati ini ingin segera mengenalmu

R..
Sejak kulihat bentuk bola matamu
Sejak kunikmati senyuman sombongmu
Sejak itulah segudang kagumku padamu

R..
Andai jalan yang kita lalui sama
Akan ku relakan langkahku bersamamu
Akan ku sambut kebahagiaan denganmu
Andai jalan yang kita lalui sama
Tak kupedulikan kemacetan membosankan di Makati City
Tak kusesali senjaku hilang ditelan malam

Hi, R
Masih jelas dalam ingatan senyummu di Okada di tengah hingar bingar kepopuleranmu

Manila, Philippines - 15 November 2017 00:30pm (waktu Manila)

Sepatah Dua Patah

“Kamu mau jalan lagi?” tanyanya pada pesan di Whatsapp “Iya. Aku sudah menerima tawaran temanku untuk mendampingi penari.” jawabku menjelaskan “Kemana kali ini?” tanyanya lagi “Bangkok.” “Berapa lama?” “3 hari aja kok.” “Ok.”
Aku menunggu balasan dia lagi selain “Ok” tapi tak kunjung kutemui. Ah ya sudahlah dia memang orangnya sepatah dua patah kata. Aku lanjutkan packing karena besok flight pagi ke Bangkok.
Waktu menunjukkan pukul 00.30 WIB dan mataku belum juga terpejam. Keisenganku muncul. Kucek berulang kali aplikasi WA dan tak kunjung kutemui lanjutan “Ok” tadi. Kemudian kubaca kembali pesan-pesannya dan memang singkat padat dan jelas. Lagi-lagi ya sudahlah.
Pukul 05.00 WIB aku menuju airport diantar oleh temanku yang kebetulan bekerja di persewaan mobil online. Sepanjang perjalanan aku masih bertanya dalam hati, “Setelah menanyakan kepergianku, lalu cuma dibalas dengan OK?” tapi lagi-lagi ya sudahlah. Untungnya temanku bisa kocak menghibur pagi-pagi, jadinya ya gak galau-galau amat.
Perj…

Chicking Ayam Top Dubai Cita Rasa Khas Timur Tengah

Mencicipi semua jenis makanan adalah hobi yang menyenangkan bagi saya. Dari kecil saya disuguhi dengan beragam jenis makanan Indonesia hingga western food. Masa itu sudah keren banget hehe. Namun, sayangnya tidak semua jenis makanan saya doyan, seperti pete, jengkol, duren, dan melon. Bahkan ikan pun tidak semuanya saya doyan (padahal katanya kalau tidak makan ikan akan ditenggelamkan oleh Bu Susi *lol). Seiring bertumbuh dewasa, saya memaksa diri saya untuk mencoba semua jenis makanan. Meskipun makanan yang saya tidak doyan dari kecil, sampai sekarang juga susah kalau disuruh makan itu. Tapi saya harus doyan berbagai jenis makanan seperti Chinesse Food, Korean Food, Japanese Food, Arabian Food, Indian Food, dan Asian Food pada umumnya.
Kalau tidak mencobanya, kemudian tidak mencoba untuk menyukainya akan susah ketika pergi jalan-jalan ke luar negeri. Hal ini saya alami ketika bepergian ke luar negeri. Ya meskipun masih di ASEAN saja sih, tapi kalau tidak doyan dengan makanan selain m…