Langsung ke konten utama

Ujicoba Penutupan Perlintasan Sebidang Letjen Soeprapto Mulai 1 Oktober 2016

Ditjen KA, Dishub DKI Jakarta, dan Polda Metro Jaya
pada saat jumpa pers (dok. pribadi)
Semakin tingginya frekuensi Kereta Api (KA) Jabodetabek, Lintas Utara dan Lintas Selatan Jawa mendorong pemerintah melakukan penanganan yang lebih baik untuk keselamatan perjalanan KA dan masyarakat pengguna jalan raya. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen KA) berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya berencana akan melaksanakan ujicoba penutupan Perlintasan Jalan Letnan Jenderal Soeprapto (JPL No. 29 di KM 6+241) pada tanggal 1 Oktober 2016. Adapun rencana penutupan perlintasan sebidang tersebut, Direktur Jenderal Perkeretaapiaan, Prasetyo Boeditjahjono mengatakan bahwa penutupan perlintasan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan KA dan masyarakat pengguna jalan pada perlintasan antara jalur kereta api dengan wilayah Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 91 ayat 1 telah mengamatkan bahwa perlintasan jalur kereta api dengan jalan harus dibuat tidak sebidang, namun masih dimungkinkan dibuat sebidang dengan pertimbangan letak geografis, tidak membahayakan dan mengganggu kelancaran operasi KA dan lalu lintas jalan, serta pada jalur tunggal dengan frekuensi dan kecepatan kereta api rendah.

Melihat frekuensi perjalanan KA yang cukup tinggi di perlintasan Pasar Senen memang seharusnya perlintasan sebidang tersebut ditutup. Pengguna jalan raya diharapkan menggunakan Underpass Soeprapto yang sudah tersedia atau rute jalan alternatif lain yang sudah disiapkan Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Pengguna jalan raya di Jalan Soeprapto sangat beragam, mulai dari metro mini, angkutan kota/mikrolet, bajaj, motor dan juga mobil yang memiliki masalah lalu lintas rumit. Kemacetan di hari biasa dan juga ditambah jam sibuk bertambah parah, menyebabkan perlintasan sebidang ini memang harus segera diatasi. Di bawah perlintasan sebidang tersebut sudah dibuat underpass dua lobang dan masing-masing lobang dua lajur. Tetapi masih banyak pengguna jalan raya yang menggunakan jalan lama untuk melewati perlintasan sebidang, sedangkan frekuensi KA pada perlintasan sebidang tersebut tinggi yaitu sebanyak 17 KA/jam atau headway 3,52 menit pada jam sibuk. Jadi memang sudah seharusnya perlintasan sebidang tersebut ditutup dan fungsi underpass harus dioptimalkan.

Adapun rute jalan alternatif yang disiapkan adalah :
1.  Dari arah utara : Jl. Gunung Sahari – Jl. Gunung Sahari II – Jl. Kepu Selatan – Jl. Bungur Besar – Jl. Soeprapto
2.  Dari arah selatan : Jl. Kramat Raya – Jl. Kwitang (U-turn) – Jl. Prapatan – Under Pass Soeprapto
3.  Dari arah timur : Jl. Soeprapto – Jl. Utan Panjang Barat – Jl. Kemayoran Gempol – Jl. Angkasa – Jl. Gunung Sahari – Flyover Senen – Jl. Kramat Raya – Jl. Salemba Raya
4.  Dari arah barat : Jl. Dr. Soetomo – Jl. Gunung Sahari Raya – Jl. Gunung Sahari II – Jl. Kepu Selatan – Jl. Bungur Besar – Jl. Soeprapto


Sebelum ujicoba ini dilakukan, Ditjen KA melakukan sosialisasi selama satu bulan mulai 1 September 2016 ini. Semoga dapat dilaksanakan dengan baik demi keselamatan dan kenyamanan bersama. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bisnis Indonesia Financial Award 2018 Apresiasi Industri Keuangan

Bicara soal bisnis harus memiliki strategi yang kuat agar bisnisnya selalu bergerak stabil di tengah persaingan begitu ketatnya sekarang ini. 
Kalangan bisnis wajib hukumnya untuk mencari informasi perkembangan bisnis yang up to date. Harian Bisnis Indonesia masih menjadi sumber terpercaya bagi para pengusaha dan perusahaan terutama di kalangan industri keuangan yaitu perbankan, asuransi dan multifinance. 
Kepercayaan perusahaan terhadap Bisnis Indonesia  diapresiasi melalui Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 yang dilaksanakan tanggal 27 Agustus lalu di Hotel Raffles, Jakarta. 
Acara yang dihadiri oleh para CEO dan direksi perusahaan yang menjadi pelanggan setia Bisnis Indonesia berlangsung meriah. Penghargaan ini menjadi motivasi perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kinerja. 

Hariyadi Sukamdani - Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Penerbit Bisnis Indonesia menuturkan BIFA 2018 diselenggarakan untuk mengapresiasi industri keuangan yang menjalankan usahanya …

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…

Ingin Punya Bisnis? Segera Lakukan

"Going into business without a business plan is like going on a mountain trek without a map or GPS support - you'll eventually get lost and starve." - Kevin J. Donaldson
Bisnis tanpa rencana bagaikan bepergian tanpa arah dan persiapan. Resikonya tentu tersesat dan pada akhirnya tidak sampai pada tujuan. Bisnis bagaikan roda kehidupan yang terus berputar seiring perputaran waktu yang kian hari kian cepat. Maka dari itu, kalau kita sedang menjalankan bisnis harus benar-benar terencana dan memiliki strategi kuat. 
Kamis, 20 September 2018 lalu saya berkesempatan hadir menjadi bagian Women Talk bersama Futri Zulya S.Mn, M. Bus dengan tema "How to Start Your Business" di Kemang, Jakarta Selatan. CEO PT Batin Medika Indonesia ini menuturkan perjalanan menjalankan bisnisnya setelah selesai kuliah. Dengan rencana dan strategi yang kuat, Futri berhasil menjalankan bisnisnya hingga berkembang sampai saat ini. 


Saya memang seorang freelancer sejak 5 tahun lalu, tapi saya…