Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Tips Sehat Ala Anak Kos

Saya menulis ini sebagai bentuk kepedulian saya terhadap kesehatan anak kos. Saya merasa merana ketika sakit datang melanda tanpa ada orang tua, sanak saudara atau teman yang bisa membantu untuk sekedar membuatkan minuman hangat. Untuk itu dirasa perlu saya mendisplinkan diri untuk menjaga kesehatan. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?
Seringnya mengikuti kegiatan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat, menjadikan saya harus membantu semua program pemerintah mulai dari diri sendiri. Kembali lagi sebagai anak kos, sakit itu sangat menyiksa lahir dan batin. Nah, beberapa hal ini yang sekarang saya lakukan untuk menjaga kesehatan dengan segala keterbatasan. Tak lupa saya banyak membaca artikel kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter untuk tetap sehat. Kemudian segera datang ke dokter/periksa ketika sakit tak tertahan dirasa.
1.Jangan telat makan. Nah, sebagai anak kos hal ini sering sekali diabaikan. Selalu ada alasan untuk telat makan. Yang sebel kala…

Aisyah, Film Yang Lahir Dari Sebuah Perbedaan

Sebagai seorang yang terlahir di keluarga pendidik, saya mempunyai perhatian khusus terhadap pendidikan. Belum meratanya pendidikan di Indonesia tetap sebuah pekerjaan rumah yang belum terselesaikan juga. Film Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara menjadi salah satu gambar hidup yang menceritakan bagaimana kondisi pendidikan di Atambua, Nusa Tenggara Timur serta kehidupan masyarakatnya. Dalam film ini diceritakan seorang gadis baru lulus sekolah pendidikan guru yang ingin sekali mengabdikan hidupnya untuk memperbaiki kualitas pendidikan anak-anak di pelosok daerah dimana masih minim sarana dan prasarana pendidikan.
Aisyah muslimah taat menjalankan ibadah, lahir sebagai keturunan Sunda dengan ajaran agama kental harus tinggal menetap beberapa waktu di lingkungan penuh perbedaan pelosok negeri dengan segala keterbatasannya. Meskipun mendapatkan tentangan dari Ibunya, Aisyah tetap berangkat mengajar di Atambua. Hari-hari pertama dia menginjakkan kaki sebagai seorang guru di Atambua dirasakan be…

Ujicoba Penutupan Perlintasan Sebidang Letjen Soeprapto Mulai 1 Oktober 2016

Semakin tingginya frekuensi Kereta Api (KA) Jabodetabek, Lintas Utara dan Lintas Selatan Jawa mendorong pemerintah melakukan penanganan yang lebih baik untuk keselamatan perjalanan KA dan masyarakat pengguna jalan raya. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Ditjen KA) berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya berencana akan melaksanakan ujicoba penutupan Perlintasan Jalan Letnan Jenderal Soeprapto (JPL No. 29 di KM 6+241) pada tanggal 1 Oktober 2016. Adapun rencana penutupan perlintasan sebidang tersebut, Direktur Jenderal Perkeretaapiaan, Prasetyo Boeditjahjono mengatakan bahwa penutupan perlintasan ini dilaksanakan untuk meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan KA dan masyarakat pengguna jalan pada perlintasan antara jalur kereta api dengan wilayah Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian pasal 91 ayat 1 telah mengamatkan bahwa perlintasan jalur ker…