Langsung ke konten utama

Nusantara Sehat : Wujud Kasih Dalam Kesehatan Masyarakat

Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K), Menteri Kesehatan RI didampingi oleh
drg. Usman Sumantri dan Kang Maman dalam acara
Diskusi Nusantara Sehat "Karier Dokter dan Dokter Gigi di Era Jaminan
Kesehatan Nasional."
(dok. Andini Harsono)  
Seorang teman dari Larantuka, Flores Timur bercerita bahwa di daerah tempat tinggalnya masih banyak masyarakat yang tidak percaya dengan dokter atau pengobatan medis. Karena lokasi Puskesmasnya jauh dan tenaga medisnya juga terbatas. Bahkan setiap sakit diberikan obat yang jenisnya sama. Akhirnya mereka malas untuk pergi ke dokter dan lebih memilih pengobatan secara ritual adat. Saya menarik kesimpulan bahwa ada sisi tidak meratanya pelayanan kesehatan masyarakat untuk daerah-daerah terpencil seperti pelosok desa, pedalaman dan daerah perbatasan. Kasus Larantuka ini adalah satu dari ratusan kasus yang sama pada daerah-daerah minim fasilitas kesehatan.

dr. Mary Sabrina Purba adalah salah satu dokter yang bergabung dengan program pemerintah Nusantara Sehat dan ditugaskan di Boven Digul, perbatasan Papua dengan Papua Nugini bercerita pengalamannya selama menjalankan tugas mulai ini. Tinggal di distrik berjarak 5 KM dari Negara tetangga, kondisi jalan berliku tajam, kampung gelap, "Jangankan wifi, signal saja susah disana." tuturnya pada acara diskusi terbuka "Karier Dokter dan Dokter Gigi di Era Jaminan Kesehatan Nasional." Selasa, 19 Juli 2016 di Kementerian Kesehatan RI, Jakarta. dr. Mary juga menceritakan betapa sulitnya memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk berobat ke dokter. Mereka masih mempercayai pengobatan adat, jadi dr. Mary dan tim medis lainnya harus sabar memberikan pengarahan dan penyuluhan kepada setiap warga yang datang berobat. Tak jarang dr. Mary mendatangi desa-desa, rumah-rumah mereka untuk berkenalan dan memperkenalkan dunia medis. 

Program Nusantara Sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kemenkes dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan tersebut. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang diutamakan oleh Pemerintah guna menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan. Penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) primer menjadi prioritas berdasarkan permasalahan kesehatan yang mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup yang sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer yang mencakup tiga hal yaitu fisik dengan pembenahan infrastruktur, sarana dengan pembenahan fasilitas, dan sumber daya manusia dengan penguatan tenaga kesehatan selain dokter.

Tujuan program Nusantara Sehat adalah menguatkan layanan kesehatan primer melalui peningkatan jumlah, sebaran, komposisi, dan mutu tenaga kesehatan dengan berbasis pada tim dan melibatkan dokter, bidan, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Peserta Nusantara Sehat adalah para tenaga professional kesehatan dengan latar belakang medis seperti dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga kefarmasian dan tenaga kesehatan masyarakat. Mereka yang bersedia mengabdikan dirinya untuk terjun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memiliki semangat untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan umum.

Nusantara Sehat juga merupakan solusi bagi para dokter dan dokter gigi untuk berkarier setelah lulus nanti. Tentunya butuh rasa nasionalisme tinggi dan kecintaan terhadap pekerjaan untuk menjalankan tugas mulia menyelamatkan jutaan nyawa penghuni surga pada lokasi-lokasi yang serba minim. Gaji sebesar Rp. 11,2 juta (belum termasuk potongan BPJS dan pajak) dan boleh menerima insentif apabila ada kebijakan dari daerah tempatnya bertugas, cukup menggiurkan bagi kita orang awam yang mengetahuinya. Namun, pastinya ada harga pantas untuk pekerjaan yang kita jalankan. Pengabdian, dedikasi dan rasa cinta terhadap Tanah Air menjadi modal semangat tim Nusantara Sehat menyehatkan masyarakat dari 18.806 pulau membentang menjadi satu kesatuan Indonesia.

drg. Usman Sumantri, M. Sc, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan menjelaskan bahwa memang terjadi ketidakmerataan dalam hal jumlah dokter dan dokter gigi serta tenaga medis lainnya yang kebanyakkan menumpuk di perkotaan saja. Rasionya 1:2200, artinya misalkan jumlah dokter di Jakarta ada 157 orang akan melayani 100ribu pasien atau 1 dokter akan melayani 600an pasien. Sedangkan di daerah seperti dr. Mary akan melayani ribuan orang pasien. 1 dokter untuk ribuan pasien. Ini yang disebut ketidakadilan dan tidak meratanya pelayanan kesehatan. Mengapa bisa terjadi? Mungkin dikarenakan salari yang ditawarkan untuk bertugas di daerah masih tergolong kecil sehingga banyak dokter yang tidak tertarik. Selain itu, proses seleksinya juga tergolong ketat. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan tenaga medis yang benar-benar siap. "Jangan sampai ketika sudah ditugaskan disana dia jadi stress. Tertekan." jelas drg. Usman.

Menteri Kesehatan RI, Ibu Nila Moeloek menjelaskan bahwa saat ini pemerintah fokus pada sarana prasarana pelayanan kesehatan primer dan penambahan peralatan di regional dan nasional. "Dengan adanya program Nusantara Sehat ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat. Mengubah perilaku hidupnya seperti yang tidak punya toilet sekarang sudah punya toilet. Kemudian ada ahli kesehatan masyarakat yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakatnya. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian, Nusantara Sehat ini berbasis tim yang melibatkan masyarakat juga." Ibu Nila juga sangat bahagia program Nusantara Sehat ini mendapat sambutan baik dari dokter, dokter gigi, tenaga medis lainnya serta akademisi kedokteran. 

Manusia sudah dilahirkan dengan jalan hidupnya masing-masing. Saya percaya ketika seseorang itu memilih menjadi dokter dan mengabdikan diri bersama Nusantara Sehat, tidak lepas dari jalan yang sudah Tuhan tulis. "Lebih jauh lagi, Anda adalah orang-orang terpilih yang dipilih Tuhan untuk mengawal dan menjaga kepingan surga yang diturunkannya ke muka bumi, yang tidak cuma berbentuk Pulau Jawa semata atau kota semata, tetapi dari Sabang sampai Marauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, dari yang tidak tahu arti dan manfaat mandi, sampai yang bermandikan air mineral dan cahaya gemerlapnya kota. Dari yang tidak pernah melihat jamban sampai yang di rumahnya bertebaran belasan jamban nan mewangi. Dan Anda akan memelihara dengan sekuat tenaga martabat dan tradisi luhur jabatan kedokteran." catatan kecil dari sang notulen Kang Maman Suherman menyemangati dan mengapresiasi tim/para calon Nusantara Sehat.

Kembali lagi, perlu kekuatan cinta terhadap tanah air, bangsa, dan Negara. Rasa cinta yang begitu kuat pula terhadap pekerjaannya sebagai dokter untuk menjalankan program Nusantara Sehat serta peran masyarakat yang mendukung penuh, menyambut baik kebijakan Pemerintah demi menyehatkan bangsanya dari Sabang hingga Marauke. Kang Maman mengibaratkan tim Nusantara Sehat adalah sebuah jalan menuju surga karena di dalamnya ada tebaran kebaikan yaitu kesempatan membangun Negara dalam bidang kesehatan dan memberikan peluang berkarier bagi tim Nusantara Sehat untuk masa depannya. 

"Tak usahlah berpikir dua kali, cukup sekali saja asal SEHAT." - Kang Maman Suherman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

IFC Gelar "La Mode" Sur La Seine a Paris Desember 2018

Paris merupakan pusat fashion dunia yang sampai sekarang masih menjadi barometer para designer-designer dunia untuk berkreasi dalam karyanya. Ketika bicara gaya apa yang sedang hits sekarang, pasti semua orang mencari referensi dari kota ini. Hal ini tidak mau dilewatkan begitu saja oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) untuk turut serta meramaikan dunia fashion di Paris.
Melalui “La Mode” Sur La Seine a Paris yang akan diselenggarakan di kota Paris, Perancis tanggal 1 Desember 2018 ini, IFC berharap fashion Indonesia makin diminati di mata internasional. Ya, Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang bisa diaplikasikan ke dalam dunia fashion. Batik merupakan kain khas Indonesia yang telah diakui dunia. Tenun Indonesia juga sudah mendapat tempat di pasar internasional.
Fashion show“La Mode” Sur La Seine a Paris akan menampilkan karya 16 designer Indonesia yang mengangkat konten lokal sesuai tren global, meliputi katagori busana konvensional hingga busana muslim. Designer yang turut sert…

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …