Langsung ke konten utama

Toyota (TMMIN) : Proud To Be Indonesian

Para Karyawan TMMIN (Dok. TMMIN)



Berbicara soal otomotif, tentu saya bukan ahlinya. Tetapi sebagai pengguna jasa transportasi online berbasis mobil, saya jadi sering menilai keadaan suatu mobil nyaman atau tidak. Selain mobil keluarga, moda transportasi online tersebut membuat saya menjadi mencatat kekurangan dan kelebihan kendaraan yang saya tumpangi itu. Saya pribadi lebih suka dengan mobil minibus semacam Innova dan Fortuner. Lebih besar, lebih lega dan lebih nyaman. Kalau dari kecil, mobil keluarga selalu merk Kijang. Kadang kalau mau pergi bersama ketika ditanya menggunakan transportasi apa? Yang dijawab adalah merknya yaitu Kijang. “Kita pergi naik Kijang ke Semarang.”

Tanggal 25 Maret 2016 lalu mencetak hari bersejarah bagi saya. Hari itu saya berkesempatan mengunjungi pabrik “Kijang” tersebut. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memberi kesempatan bagi siapa saja yang ingin belajar tentang industri otomotif dan jangan salah Indonesia bisa produksi mobil sendiri bahkan diekspor ke 72 Negara, TMMIN inilah tempatnya. TMMIN dapat memproduksi 500 buah mobil tiap harinya dan itu sudah merupakan mobil pesanan. Proses pengerjaan setiap detailnya membutuhkan waktu hanya 1,6 menit, apabila tidak tercapai akan terjadi delay berarti ada masalah pada salah satu prosesnya.

(Dok. TMMIN)


Hari itu saya diajak berkeliling di assembly room dimana semua proses perakitan mobil dari awal sampai akhir ada disini. Yang menarik perhatian saya adalah para pekerjaan TMMIN yang hamper 90% adalah laki-laki berseragam dan menggunakan perlengkapan keamanan sesuai standar keamanan sebuah industri/pabrik. TMMIN sangat memperhatikan keamanan dan keselamatan karyawannya serta kenyamanannya. Terbukti selama mereka bekerja, mereka menggunakan alas karpet hijau yang sangat empuk fungsinya agar si pekerja tidak capek karena mereka bekerja berdiri. Sebagai pabrik yang berstandar internasional TMMIN dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti sport centre, oasis/ruang istirahat, dan sebagainya. Masalah makan TMMIN juga sangat disiplin. Ada coffee break dan juga makan. Pada jam istirahat, secara otomatis semua lampu dipadamkan, hal ini menunjukkan bahwa TMMIN sangat mendukung adanya program hemat energy. Pabrik yang ramah lingkungan ini tidak pernah membuang limbah di sekitarnya. Sangat bersih dan asri.

Yang menarik lagi adalah TMMIN sangat menjaga keselamatan setiap orang. Mobil-mobil operasional yang setiap menit berlalu lalang dapat membahayakan siapa saja yang berada di lokasi. TMMIN mewajibkan untuk selalu berjalan di jalur hijau yang telah disediakan dan ketika menyebrang memiliki peraturan sendiri yaitu tengok kanan, tengok kiri, tengok depan, aman lalu jalan. Untuk mobil-mobil kecil yang beroperasi mengangkut barang-barang perlengkapan yang beredar di dalam pabrik biasanya akan membunyikan bel sebagai tanda dia mau lewat. Di TMMIN juga sudah tersusun rak-rak yang memang sudah didesain sedemikian rupa yang sesuai dengan kebutuhan. Pabrik ini juga dilengkapi dengan ‘Andong’ atau alat kontrol yang menjadi panduan bagi semua karyawan dalam bekerja.

TMMIN juga mengutamakan keselamatan kerja dengan cara melatih safety dulu baru bisa jadi operator. Setiap karyawannya harus melaksanakan peraturan keselamatan selain menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm, sarung tangan, kacamata dan lain-lain juga cara berjalannya, yaitu ketika berjalan tangan tidak boleh dimasukkan ke dalam saku, dan tidak boleh bermain handphone sambil berjalan.

Pengalaman luar biasa berkunjung ke TMMIN. Oya satu lagi, di TMMIN anak lulusan SMK bisa jadi direktur. Hal ini menunjukkan bahwa TMMIN sangat membuka luas kesempatan siapa saja yang berkompeten untuk berkembang bersama TMMIN. Saya melihat sendiri bagaimana kerja keras karyawannya untuk memberikan hasil terbaik untuk Negeri ini. Semua mobil yang sudah siap jual tentunya telah lulus beberapa uji kelayakan. Ada sedikit saja yang cacat, maka TMMIN tidak akan mengeluarkan mobil tersebut.

Indonesia patut bangga memiliki industri otomotif sebesar Toyota Motor Manufacturing Indonesia ini. TMMIN akan terus memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia tentunya dilengkapi dengan dukungan kita bersama untuk bangga menggunakan produk Indonesia.


Kami di TMMIN Karawang I (dok. Elisa Koraag)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…