Langsung ke konten utama

Liburan "ala-ala" di Pesisir Utara Pulau Jawa

Jalan-jalan, liburan adalah impian semua orang yang setiap harinya sudah berkutat dengan jutaan rutinitas yang memicu stress. Tapi bagi sebagian orang untuk melakukan sebuah perjalanan membutuhkan biaya besar. Nah, saya salah satu orang yang suka berpetualang atau melancong dengan tidak terencana atau muluk-muluk dalam liburan. Kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk mengenal kota Tegal. Ya, Tegal yang selalu dikenal dengan bahasa daerahnya yang khas dan lucu, selalu dijadikan bahan guyonan para pelawak di televisi karena tidak semua orang bisa mengucapkannya. Tegal juga sangat dikenal di Jakarta melalui Warung Tegal (WarTeg) yang berjejer dimana-mana. Apakah Anda pernah berkunjung ke kotanya?

Januari lalu saya berkesempatan liburan "ala-ala" di kota Tegal. Kenapa saya sebut liburan "ala-ala", karena selain mengujungi keluarga di sana, saya paksakan untuk berlibur di sana. Di sela-sela acara keluarga di Tegal, saya memaksa Bude dan sepupu-sepupu untuk mengantarkan saya keliling Tegal dan menikmati panorama alam serta kuliner kota Tegal hehe.

Pagi-pagi di depan rumah Bude saya ada simbok-simbok mengayuh sepeda berjualan panganan khas Tegal yaitu Bubur Gempol, Gatot, Tiwul, Sego Jagung, Cenil, Lupis dan jajanan pasar lainnya. Mungkin sebagian jajan pasarnya sama dengan daerah jawa lainnya, tapi yang menarik adalah Bubur Gempol. Bubur yang berisi 4 butir bulatan berwarna putih, rasanya gurih mirip kue putu, disiram santan kental dan gula jawa menambah rasa manis. Harga Bubur Gempol ini Rp. 1,500,- saja. Waw... :D

Bubur Gempol
(dok. Andini Harsono)

Sorenya, kami melancong ke alun-alun Tegal. Suasana sore yang cukup ramai menyenangkan hati. Banyak pedagang menjual barang dagangannya baik makanan maupun mainan anak-anak. Di sana juga terdapat Masjid Agung Kota Tegal yang sedang dipugar. Waktu lebaran tahun 2015 lalu, saya sholat Ied di alun-alun Tegal hehe. Jajanan pertama yang saya coba adalah serabi miring. Di Jakarta ada banyak, tapi di Tegal rasanya lebih gurih dan bentuknya lebih kecil. 


Serabi Miring
(dok. Andini Harsono)

Masjid Agung Tegal
(dok. Andini Harsono)

Alun-Alun Tegal
(dok. Andini Harsono)

Nah ini nih yang menarik, Soto Tegal. Gak bakalan nemu di Jakarta. Sebagai anak keturunan Tegal, kalau rindu dengan makanan khas Tegal selalu berkunjung ke keluarga yang bisa masak makanan Tegal dan itu biasanya didapatkan kalau ada hajatan atau hari raya. Soto Tegal menjadi khas karena ada tauconya. Gurih, asin, agak-agak asem gimana gitu rasanya. Sebagai pengganti mie adalah ketupat atau nasi. Ini benar-benar menghibur perut yang sedang keroncongan dan juga memuaskan lidah untuk menyantapnya :D Harga Rp. 10.000,- per mangkok.


Soto Tegal
(dok. Andini Harsono)

Kupat Ponggol Tegal, makanan yang biasa disantap di pagi atau malam hari ini komposisinya adalah ketupat, tempe ponggol semacam tempe orek kalau di Jakarta tapi kalau tempe ponggol rasanya pedas, disiram sayur labu dan tahu bersantan, dilengkapi dengan sate jeroan (ampela, ati, jantung), dan kerupuk sebagai pelengkapnya. Harga? Rp. 8.000,- sudah kenyaaaang...

Kupat Ponggol Tegal
(dok. Andini Harsono)

Pagi-pagi sebelum pulang Jakarta, gak afdol rasanya kalau gak menikmati suasana pagi di pantai. Pantai Alam Indah Tegal atau lebih dikenal dengan pantai PAI menjadi destinasi pantai tujuan kami. PAI terletak di Jalan Halmahera KM 1 Tegal, sekitar 20 menit dari pusat kota Tegal. Sepanjang perjalanan, Anda akan disuguhi aroma ikan yang menyengat dan tentunya angin pantai yang menyejukan. Pantai ini sangat tenang, pengunjung bisa duduk-duduk sambil makan kacang dan minum es teh manis di bibir pantai yang banyak didirikan warung-warung yang siap melayani kelaparan dan kehausan Anda. Tidak ada harga tiket masuk ke pantai ini, cukup memberikan sumbangan seikhlasnya kepada penjaga pantai di pintu masuk/keluar. Jangan khawatir pantai ini bersih, dan tetap ada penjaga pantai serta tanda-tanda batas keselamatan. Banyak warga sekitar dan pengunjung yang mancing kesini. 


Warung-warung di bibir Pantai Alam Indah
(dok. Andini Harsono)

Pepohonan Rindang di Sepanjang Panta
(dok. Andini Harsono)

Sambil duduk di bawah pepohonan nan rindang, mengamati lukisan alam yang hidup, menikmati makanan ringan dan bercengkrama dengan keluarga dan sahabat menambah indah hidup ini. Atau sendiri sambil mencari inspirasi, di pantai ini juaranya. Jangan takut, disini gak ada yang mojok pacaran atau bermesraan di muka umum, karena Tegal adalah kota santri dan dikenal memiliki norma kesopanan yang masih ketat :)

Ayo ke Tegal
Saya Andini Harsono :)

Komentar

  1. bikin ngiler tuh bakso. ha,,, ha,,, ha,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. mana ada baksonya Mas Indra? Itu Jenang Gempol yang kayak bakso bentuknya :))

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bisnis Indonesia Financial Award 2018 Apresiasi Industri Keuangan

Bicara soal bisnis harus memiliki strategi yang kuat agar bisnisnya selalu bergerak stabil di tengah persaingan begitu ketatnya sekarang ini. 
Kalangan bisnis wajib hukumnya untuk mencari informasi perkembangan bisnis yang up to date. Harian Bisnis Indonesia masih menjadi sumber terpercaya bagi para pengusaha dan perusahaan terutama di kalangan industri keuangan yaitu perbankan, asuransi dan multifinance. 
Kepercayaan perusahaan terhadap Bisnis Indonesia  diapresiasi melalui Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018 yang dilaksanakan tanggal 27 Agustus lalu di Hotel Raffles, Jakarta. 
Acara yang dihadiri oleh para CEO dan direksi perusahaan yang menjadi pelanggan setia Bisnis Indonesia berlangsung meriah. Penghargaan ini menjadi motivasi perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kinerja. 

Hariyadi Sukamdani - Presiden Komisaris PT Jurnalindo Aksara Grafika Penerbit Bisnis Indonesia menuturkan BIFA 2018 diselenggarakan untuk mengapresiasi industri keuangan yang menjalankan usahanya …

Ingin Punya Bisnis? Segera Lakukan

"Going into business without a business plan is like going on a mountain trek without a map or GPS support - you'll eventually get lost and starve." - Kevin J. Donaldson
Bisnis tanpa rencana bagaikan bepergian tanpa arah dan persiapan. Resikonya tentu tersesat dan pada akhirnya tidak sampai pada tujuan. Bisnis bagaikan roda kehidupan yang terus berputar seiring perputaran waktu yang kian hari kian cepat. Maka dari itu, kalau kita sedang menjalankan bisnis harus benar-benar terencana dan memiliki strategi kuat. 
Kamis, 20 September 2018 lalu saya berkesempatan hadir menjadi bagian Women Talk bersama Futri Zulya S.Mn, M. Bus dengan tema "How to Start Your Business" di Kemang, Jakarta Selatan. CEO PT Batin Medika Indonesia ini menuturkan perjalanan menjalankan bisnisnya setelah selesai kuliah. Dengan rencana dan strategi yang kuat, Futri berhasil menjalankan bisnisnya hingga berkembang sampai saat ini. 


Saya memang seorang freelancer sejak 5 tahun lalu, tapi saya…

Co-Learning : Gaya Belajar Kekinian di Step Up Learning Hub

Co-learning, istilah ini kami sematkan saat menginjakkan kaki pertama kali ke Step Up yang berlokasi di Jalan Pahlawan Seribu 100C, Lt. 1, BSD, Tangerang Selatan ini. Ya, saya dan beberapa rekan blogger berkesempatan untuk silaturahmi dan mengenal lebih dekat apa sih Step Up itu?
Berbeda dengan bimbingan belajar lainnya, Step Up Learning Hub mengusung gaya kekinian dalam belajar bagi para pelajar zaman now. Tempat lesnya didesain sedemikian cantiknya mirip dengan gaya co-working bagi freelancer yang sedang menjamur sekarang ini. Harapannya, murid-murid yang belajar di sini betah dan merasa belajar di rumah.
Dengan didampingi para pengajar profesional terakreditasi, Step Up memberi solusi bagi orang tua yang galau ketika anak-anaknya lebih sibuk daripadanya dengan tugas sekolah yang semakin ke sini semakin banyak. Di era digital, tugas sekolah bukan hanya sekedar menjawab pertanyaan pada PR namun ada penelitian hingga menyusun makalah. Tugas mereka pun tidak jarang yang harus dikerjakan …