Langsung ke konten utama

Puskom Publik Kemenkes, Mengukir Prasasti Tak Pernah Mati

Buku Prasasti Puskom Publik - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Suatu kebanggaan bagi saya saat diundang oleh Eyang Anjari (sapaan akrab Blogger #SahabatJKN terhadap Bapak Anjari Umarjianto, Kepala Sub-Bidang Opini Publik, Puskom Publik Kemenkes) untuk menghadiri Bedah Buku berjudul "Prasasti Puskom Publik" yang disusun oleh Puskom Publik Kemenkes. "Hah, Puskom Publik bikin buku? Buku tentang apa ya?" dalam hati saya bertanya-tanya.

Jumat, 8 Januari 2015 Puskom Publik mengukir sejarah baru dengan resmi meluncurkan buku "Prasasti Puskom Publik".  Buku setebal 160-an halaman ini menyajikan beragam cerita menarik selama 10 (sepuluh) tahun perjalanan institusi ini dalam melayani masyarakatnya. Secara pribadi, saya paling malas membaca buku tebal-tebal kalau tidak ada sesuatu yang menarik. Begitu pertama kali melihat buku ini, saya langsung jatuh hati pada covernya. Saya memang penggemar hal-hal yang berbau vintage apapun itu. Nah, cover di buku ini itu pas dengan judulnya dan begitu melihatnya langsung dapat "rasanya". Benar saja, buku ini sangat luar biasa.

Saya bukan orang yang belajar tentang ilmu komunikasi secara mendalam. Tetapi pekerjaan saya menuntut harus berhubungan dengan banyak orang membuat saya harus belajar komunikasi yang baik. Seperti yang dilakukan oleh Puskom Publik yang menjalani sistem learning by doing pada 5 (lima) tahun pertamanya, yang selalu berusaha untuk menjalin komunikasi oleh berbagai kalangan. Menjalin hubungan erat dengan media konvensional, semua Kementerian, pejabat daerah dan lain sebagainya termasuk dengan masyarakat luas menjadi PR utama Puskom Publik. Hingga pada akhirnya Puskom berhasil merangkul semua kalangan melalui media sosial yang selalu aktif memberikan informasi dan siap melayani keluhan masyarakat selama 7 hari, 24 jam penuh. Diperlukan dedikasi dan loyalitas tinggi bagi keluarga besar Puskom untuk menjalankan pekerjaan sebagai barisan terdepan Kementerian Kesehatan dalam memberikan informasi dan membantu masyarakat agar tercapai Indonesia Sehat.

Ibu Dyah Hasto Palupi, Ibu Murti Utami, Bapak Anjari Umarjianto (kiri ke kanan)
memberikan kesan tentang lahirnya Buku Prasasti Puskom Publik. (dok. pribadi)
Kedekatan Puskom Publik dengan berbagai kalangan terutama media sangat saya rasakan ketika saya menjadi bagian dari Netizer/Blogger #SahabatJKN yang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskom Publik mulai dari Workshop Sosialisasi Jaminan Kesehatan Sosial (JKN) yang diselenggarakan 2 tahap pada tahun 2014 lalu, Kegiatan Lawan TB yang diselenggarakan di Bandung tahun 2015 lalu hingga Ramah Tamah Menteri Kesehatan dengan Blogger/Netizen yang membahas tentang Nusantara Sehat pada Agustus 2015 lalu. Entah kenapa ada keterikatan secara emosional dengan Puskom Publik dimana saya merasa wajib membantu Puskom dalam memberikan informasi apa saja yang saya dapatkan dari berbagai kegiatan yang saya ikuti tersebut kepada masyarakat. Dengan tulisan pada blog saya, atau pada status di media sosial yang saya miliki bahkan langsung pada masyarakat yang saya temui. Dengan menyebar luaskan alamat media sosial Puskom Publik kepada beberapa rekan dan kerabat di pelosok yang pernah saya temui membuat saya merasa lega setidaknya saya bisa menyambung harapan Puskom Publik Kemenkes untuk menyehatkan masyarakat hingga pulau terluar.

Testimoni Elisa Koraag #SahabatJKN menjadi bagian Buku Prasasti Puskom Publik
bukti kedekatan Puskom Publik dengan Netizen/Blogger (dok. Pribadi)

Pembicara pada Bedah Buku Prasasti Puskom Publik (dok. Pribadi)
Sepakat dengan Kang Maman yang menjadi salah satu bagian penting dalam lahirnya media sosial Puskom Publik bahwa "Komunikasi itu bicara hati bukan bicara mulut." dan Puskom berhasil melakukannya. 

Buku ini bukan sebuah drama yang dibangun Puskom Publik untuk pencitraan atau pamer tentang keberhasilan Puskom mengingat banyaknya penghargaan atas pencapaian kinerja Puskom. Namun, buku ini membuktikan bahwa keluarga besar Puskom Publik bekerja keras menbangun komunikasi yang baik kepada siapa saja, membangun informasi yang tepat untuk siapa saja serta terus memperbaiki sistem kerja di dalam Puskom Publik sendiri. Mereka mencintai pekerjaannya sehingga rela melakukan perjuangan untuk membangun Puskom Publik agar lebih baik lagi dan maksimal dalam pelayanannya. Dimana Puskom Publik memaknai pelayanan dengan bekerja keras tanpa pamrih, dedikasi tinggi, dan berkomitmen melayani. dr. Lily S. Sulistityowati, MM, drg. Tritarayati, SH, MHKes, dan drg. Murti Utami, MPH adalah 3 (tiga) Srikandi yang berhasil membawa Puskom Publik menuju keberhasilan melalui gebrakan-gebrakan kinerja yang berani, berdedikasi dan bersih. Tentunya ini menjadi tantangan bagi penerus Kepala Puskom Publik yang baru untuk melanjutkan perjuangan agar masyarakat semakin percaya bahwa negara hadir untuk menyehatkan mereka.

Bersama Ibu Murti Utami, salah satu Srikandi Puskom Publik Kemenkes (foto oleh Elisa Koraag)
Dan dari buku ini, mengajarkan saya tentang bagaimana bekerja dengan hati bukan dengan emosi.  

#PrasastiPuskomPublik #SahabatJKN #Kemenkes

Komentar

  1. Setuju. Membaca buku ini, bnyk banget yg bisa dipelajari. Komunikasi memang proses tapi di tangan yg tepat komunikasi bisa menjadi alat yg powerfull

    BalasHapus
  2. Setuju. Membaca buku ini, bnyk banget yg bisa dipelajari. Komunikasi memang proses tapi di tangan yg tepat komunikasi bisa menjadi alat yg powerfull

    BalasHapus
  3. Menyenangkan sekali ada instansi pemerintahan yang menyatu dengan para netizen

    BalasHapus
  4. Buku ini mengajarkan bagaimana membangun komunikasi yang baik dg publik. Menarik untuk dipelajari ya

    BalasHapus
  5. eh mbak, jadinya puskom ditiadakan atau jajarannya ganti?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berubah nama menjadi Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Speak Your Mind" GIV Body Wash Untuk Remaja Aktif dan Dinamis

Memilih sabun mandi bagi kaum hawa terkadang menjadi pilihan yang sulit. Dengan berbagai macam persyaratan dan yang paling mendasar adalah dia harus wangi dan tidak membuat kulit kering. GIV salah satu brand senior sabun mandi kini hadir memberikan warna baru untuk generasi milenial. “Speak Your Mind” adalah program roadshow ke 8 kampus di Indonesia yang diselenggarakan GIV untuk mengajak generasi muda di Indonesia menyuarakan eksistensinya, menjadi aktif, lebih percaya diri, dan juga berprestasi. Pada program ini, GIV mencari anak muda dengan talenta di bidang public speaking untuk mewujudkan mimpi mereka menjadi calon presenter masa depan. “Speak Your Mind” dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober di 8 universitas di Indonesia, yaitu Atma Jaya Jakarta, Universitas Multimedia Nusantara Tangerang, Telkom University Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Airlangga Surabaya, dan Universitas Sumatera Utara Medan.
Untu…

Mobil Bekas Menjadi Solusi Kebutuhan Anda

Memiliki sebuah kendaraan baik roda dua atau roda empat kini sudah menjadi kebutuhan sebagian masyarakat. Semakin tinggi mobilitas aktivitas seseorang maka keinginan untuk memiliki kendaraan pribadi semakin tinggi pula. Sudah bukan keinginan lagi melainkan menjadi kebutuhan.
Kendaraan roda empat (mobil) menjadi rumah kedua bagi masyarakat Ibukota Jakarta yang kesehariannya berada di luar rumah. Dalam satu hari bisa berpindah-pindah tempat yang tidak mungkin pulang ke rumah dulu lalu kemudian berangkat lagi mengingat Jakarta memiliki jarak tempuh cukup melelahkan antar tempat. Untuk itu tak jarang mobil dijadikan sebagai tempat menyimpan barang-barang kebutuhan seperti baju, sepatu, logistik bahkan tempat untuk beristirahat.
Kenyamanan mobil tentunya menjadi prioritas utama. Kenyamanan juga meliputi dari keamanan dari segi mesin, body mobil dan juga legalitas dari mobil tersebut. Lalu bagaimana jika ternyata saya atau Anda yang ingin memiliki mobil namun uangnya terasa masih jauh dari cu…

Aston Marina Jakarta Berpartisipasi Dalam Earth Hour 2017

Saat ini kecanduan manusia akan listrik semakin hari semakin bertambah. Hal ini ditandai dengan berbagai alat penunjang hidup manusia memerlukan daya listrik. Contoh gampangnya adalah gadget. Setiap 1 orang memiliki lebih dari 1 gadget dan semuanya itu memerlukan daya listrik untuk mengoperasikannya. Melihat fenomena tersebut, WWF berinisiatif mengajak seluruh individu di dunia untuk hemat energi dengan mengubah gaya hidup hemat energi dan dirayakan setiap bulan Maret. Kampanye hemat energi ini dinamai Earth Hour yaitu dengan mematikan listrik atau penggunaan energi selama 1 jam atau 60 menit.
Earth Hour telah dimulai pada tahun 2007 dan di Indonesia mulai dilaksanakan tahun 2009 dengan melibatkan seluruh elemen individu di dunia untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sederhana dan hemat energi. Earth Hour terus menyuarakan isu-isu lingkungan dan menantang komitmen individu di seluruh dunia untuk menyelamatkan energi bumi.

Mengapa Harus Ada Earth Hour?
Dimulai dengan langkah awal yang s…