Langsung ke konten utama

Berdzikir, Cara Aku Mencintaimu

Dzikrullah Cinta by Andini Harsono
Sebagai seorang manusia tentunya banyak sekali godaan dan cobaan yang dialami. Terutama seorang perempuan. Memasuki usia dewasa membuat perempuan akan dihadapkan oleh berbagai permasalahan. Pekerjaan yang belum juga tetap, pendidikan yang masih terasa sulit, keinginan yang banyak sekali belum tercapai dan banyak lagi. Perempuan gitu lhoh.. Namun permasalahan yang (mungkin) cukup menyita pikiran dan perasaan adalah soal cinta. Belum kunjung juga menemukan pasangan hidup atau banyak yang disebut jodoh atau cinta sejati terutama bagi perempuan yang hidup di kota-kota besar, Jakarta. Kasus kawin cerai menjadi jamur di tengah hiruk pikuk kesibukan Ibukota. Hal demikian pasti berpengaruh untuk para single yang menjadi agak trauma dengan pernikahan. 

Kasus lain terjadi apabila seorang perempuan memendam perasaan kepada laki-laki. Ini terasa amat pelik karena budaya Indonesia yang 'saru' apabila ada perempuan yang nembak laki-laki terlebih dahulu. Padahal dalam agama hal ini diperbolehkan.

"Usia Khadijah ketika itu 40 tahun sementara Muhammad 25 tahun. Pada usia itu pula, Khadijah memutuskan untuk melamar Muhammad dengan cara yang terhormat. Ia mengutus sahabatnya yang bernama Nafisah untuk menjadi perantara dalam menyampaikan perasaannya kepada Muhammad." (Suara Islam)
Di Indonesia juga sudah dianut oleh suku Minangkabau (Padang) bahwa perempuan boleh melamar laki-lakinya terlebih dahulu. Namun hal ini masih tabu dilakukan oleh perempuan Indonesia pada umumnya karena telah tertanam dalam diri bahwa akan lebih pantas yang melamar adalah seorang laki-laki kepada perempuan meskipun Islam tidak melarang.

Tidak ada tata cara khusus adab untuk perempuan melamar laki-laki. Tapi pada kisah Khadijah melamar Muhammad sebaiknya melalui perantara. Perantara yang baik dan juga amanah. Apabila seorang perempuan telah menemukan laki-laki sholeh yang baik ibadah dan hatinya, maka buat apa ragu untuk mengatakannya terlebih dahulu? Tapi selayaknya laki-laki, perempuan harus siap mental apabila lamarannya kemudian ditolak. Untuk itu disarankan agar menggunakan perantara agar tidak timbul fitnah atas lamarannya itu.

Mungkin untuk langsung melamar adalah tindakan yang terlalu ekstrim, apa salahnya kita dekati yang mengatur tentang dunia perjodohan ini. Ya kita dekati Allah SWT. Selain menunaikan ibadah wajib dan sunnah, hal yang ringan dan bisa dilakukan dimana saja kapan saja adalah berdzikir.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Zikir adalah puji-pujian kepada Allah yang dilakukan berulang-ulang; mengingat Allah yang dilakukan berulang-ulang. Artinya dengan berdzikir/zikir kita telah mengingat Sang Pencipta dan menandakan bahwa kita mencintai-Nya. Percaya atau tidak semakin kita mengingat sesuatu/seseorang maka secara tidak langsung telah membuktikan bahwa kita mencintainya.

“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu" (QS. Al-Baqarah [2]: 152).
Sebagai seorang muslim, banyak cara untuk berdoa kepada Allah Ta'ala. Dengan mengamalkan dzikir kita bisa memanjatkan doa dari samar-samar suara kita berdzikir kepada-Nya. Mintalah kepada Sang Pemilik Cinta agar kita dikaruniai cinta yang suci dan tulus. Tapi kalau saya percaya, semua akan terjadi tepat pada waktunya. Bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala apa yang baik dan buruk bagi hambanya yang senantiasa mengingat-Nya.

Jadi, bagi Anda yang sedang berikhtiar untuk mendapatkan pasangan hidup, percayalah ikhtiar ini adalah kebaikan yang Insha Allah akan menjadi baik diakhir. Kalau sudah jodoh, semuanya akan mudah. Tetapi kelemahan kita sebagai manusia adalah sombong dengan tanda-tanda yang Allah berikan. Jawaban atas segala doa sebenarnya sudah terjadi pada keseharian kita. Tapi kita coba mengelaknya. 

Semoga di hari Jum'at ini, Allah melembutkan hati kita yang senantiasa ingat kepada-Nya. Semoga kita tetap istiqomah dalam kesabaran menanti sang pujaan hati yang memang sudah tertuliskan di surat cinta dari Allah untuk hamba-Nya. Amin.

Salam
AH


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

IFC Gelar "La Mode" Sur La Seine a Paris Desember 2018

Paris merupakan pusat fashion dunia yang sampai sekarang masih menjadi barometer para designer-designer dunia untuk berkreasi dalam karyanya. Ketika bicara gaya apa yang sedang hits sekarang, pasti semua orang mencari referensi dari kota ini. Hal ini tidak mau dilewatkan begitu saja oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) untuk turut serta meramaikan dunia fashion di Paris.
Melalui “La Mode” Sur La Seine a Paris yang akan diselenggarakan di kota Paris, Perancis tanggal 1 Desember 2018 ini, IFC berharap fashion Indonesia makin diminati di mata internasional. Ya, Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang bisa diaplikasikan ke dalam dunia fashion. Batik merupakan kain khas Indonesia yang telah diakui dunia. Tenun Indonesia juga sudah mendapat tempat di pasar internasional.
Fashion show“La Mode” Sur La Seine a Paris akan menampilkan karya 16 designer Indonesia yang mengangkat konten lokal sesuai tren global, meliputi katagori busana konvensional hingga busana muslim. Designer yang turut sert…

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …