Langsung ke konten utama

Cita Rasa Mahakarya Indonesia

Rempah - rempah merupakan salah satu kekayaan alam yang luar biasa di Indonesia. Sehingga pantas disebut sebagai Mahakarya Indonesia atau bisa dikatakan kekayaan terbesar yang dimiliki bangsa ini.
Rempah merupakan catatan sejarah Indonesia karena rempah sudah ada sejak jaman kerajaan Sriwijaya. Bahkan hasil bumi ini diperebutkan oleh para penjajah, ungkap JJ Rizal yang hadir sebagai narasumber dalam acara "Gemah Rempah Mahakarya Indonesia" yang diselenggarakan oleh Mahakarya Indonesia dengan Dji Sam Soe pada tanggal 10 Oktober 2014 lalu. 

Mulai dari pala, kayu manis, kapur barus hingga jahe. Hal ini mengundang bangsa lain untuk mencoba mendapatkan rempah - rempah di Hindia. Christoper Columbus 7 Juli 1503 mengatakan, "Setelah menemukannya, saya berani mengatakan bahwa Hindia adalah wilayah terkaya di dunia ini. Saya bicara tentang rempah-rempah"

Beragam jenis rempah yang dimiliki Indonesia. Cengkeh menjadi primadona masa itu. Penggalian arkeologis menemukan cengkeh di gudang sebuah rumah tangga dari 1700 tahun sebelum masehi. Cengkeh menjadi sangat tersohor sehingga mendorong seorang Kaisar Han dari Cina pada abad 3 M mengharuskan mengulum cengkeh bila menghadap. 

Rempah - rempah juga menjadi hal yang dibicarakan banyak bangsawan. Karena dianggap misterius sehingga menimbulkan banyak fantasi. Agamawan dan sastrawan mengembangkan fantasi ini bahwa rempah - rempah sebagai simbol selera surga, para nabi, malaikat, kemudian obat mujarab, hingga membangkitkan gairah seksual.

JJ Rizal menegaskan bahwa rempah adalah mahakarya yang melahirkan mahakarya. Artinya mahakarya yang diciptakan oleh Tuhan dan dibuat oleh manusia. Contohnya Kretek adalah salah satu mahakarya yang lahir dari rempah - rempah. Tidak ada yang memiliki kretek selain Indonesia.

JJ Rizal dan Safira ( doc. pribadi )
Aneka Rempah Sbg Dekorasi ( doc. pribadi )




Bersama Safira / Presenter NET. & MC ( doc. pribadi )
 Sebagai bagian dari bangsa ini, kita wajib turut menjaga dan melestarikan kekayaan rempah. Karena rempah Indonesia mampu menciptakan cita rasa dunia.

Salam AH :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

IFC Gelar "La Mode" Sur La Seine a Paris Desember 2018

Paris merupakan pusat fashion dunia yang sampai sekarang masih menjadi barometer para designer-designer dunia untuk berkreasi dalam karyanya. Ketika bicara gaya apa yang sedang hits sekarang, pasti semua orang mencari referensi dari kota ini. Hal ini tidak mau dilewatkan begitu saja oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC) untuk turut serta meramaikan dunia fashion di Paris.
Melalui “La Mode” Sur La Seine a Paris yang akan diselenggarakan di kota Paris, Perancis tanggal 1 Desember 2018 ini, IFC berharap fashion Indonesia makin diminati di mata internasional. Ya, Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang bisa diaplikasikan ke dalam dunia fashion. Batik merupakan kain khas Indonesia yang telah diakui dunia. Tenun Indonesia juga sudah mendapat tempat di pasar internasional.
Fashion show“La Mode” Sur La Seine a Paris akan menampilkan karya 16 designer Indonesia yang mengangkat konten lokal sesuai tren global, meliputi katagori busana konvensional hingga busana muslim. Designer yang turut sert…

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …