Langsung ke konten utama

Budayakan Hati yang Penuh Kasih Sayang

Awal bulan Oktober 2014 ini menjadi mengagetkan ketika seorang sahabat nun jauh di Jawa Timur sana mengirim pesan pribadi dalam kolom facebook. Sebut saja Pakde ( bukan nama samaran melainkan panggilan sayangku padanya #eh ) memintaku untuk menjadi model di blog miliknya yaitu Blog Camp. Aku sih seneng - seneng aja ya secara cita - cita waktu kecil dulu itu jadi model yang bisa berlenggak lenggok di atas catwalk dan juga cengar cengir dengan ribuan gaya di depan kamera terus fotonya dipasang jadi cover majalah, baliho iklan yang gede di jalanan tuh atau sekedar jadi model untuk portofolionya seorang fotografer. Hmm tapi ya sudah lah yaa mungkin Allah gak ngasih jalan untuk kesana.

Nah, pas lagi excited nya jadi model Blog Camp secara Pakde mengemasnya bagaikan benar - benar menjadi cover majalah ( hal ini terbukti ada beberapa teman yang menanyakan dan memberi selamat bahwa aku berhasil jadi cover majalah #ckckck ) tiba - tiba kirimkan yang disebut "Tali Kasih" dari Pakde mendarat di meja kerjaku di kantor. Pas dibuka waw ada 2 buku dan salah satu bukunya berjudul "Seni Merangkai Keberhasilan ( Rahasia Hidup Sukses dan Bahagia )". Dari judul aja udah membuatku membuka mata lebar - lebar untuk segera membacanya. Tapi baru baca selembar kerjaan sudah datang bertubi - tubi jadi aku tunda untuk membacanya.
Nih wujudnya ( foto sendiri )
Pagi ini, ya hari Senin biasanya orang kantoran pada males nih. Bos aku udah padet merayap jadwalnya hari ini sehingga kemungkinan dia absen untuk duduk ganteng di kantor. Pagi - pagi udah sampai kantor dengan kondisi kantor masih sepi banget, kurasa waktu yang tepat untuk menikmati buku karya Pak Akhmad Muhaimin Azzet, Ibu Lily Suhana, dan Pakde Abdul Cholik ini. Lembar demi lembar kulahab dengan perlahan hingga kumenemukan 2 bab eh bagian dari buku ini yang nyantol di kepala.

Secara keseluruhan buku ini mengajak kita untuk kembali ke jalan yang lurus dengan mendekatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam. Mengingatkan kita ke hal - hal baik dan selalu sadar diri bahwa kita ini hanya manusia biasa ( kayak buku agama gitu #eh ). 2 bagian yang aku angkat topi adalah di bagian Hati yang Penuh Kasih dan Sayang yang dimana disini diceritakan bahwa kita harus menumbuhkan kasih sayang di hati kita agar kita disayang Allah SWT. Selain disayang Allah SWT kita akan disayang alam beserta isinya. Dengan menebar kasih dan sayang, maka kita akan disayangi dan disenangi oleh banyak orang juga maka hidup akan menjadi lebih bahagia. Lalu yang kedua adalah Budayakan Kebiasaan Baik, dengan menebar salam, menyunggingkan senyum, berdoa sebelum dan sesudah makan, minta maaf, dan memberi maaf akan membuat hidup kita lebih bahagia dan tenang. Terkadang orang susah sekali meminta maaf dan memberi maaf. Hal yang mudah diucapkan ( mungkin ) namun sulit sekali diterapkan di dalam hati. Semoga aku termasuk orang yang mulut dan hatinya kompak. amin.


Dari puluhan bagian di buku ini terkandung makna yang dalam. Kita harus rajin memperbaiki diri dengan ibadah. Ibadah secara spiritual dengan Allah SWT dan juga beribadah dengan sesama manusia, makhluk hidup dan alam semesta. Caranya adalah kita harus saling menghormati, merawat, menjaga dan menyayangi. Disini juga memotivasi tentang bagaimana ketika kegagalan kita alami, bagaimana bangun kembali ketika terjatuh, semua itu akan mudah dilewati dengan kita terus berpikir positif dalam setiap hal. Jadi ingat kata bosku, "Din, teruslah berpikir baik. Berpikir positif. Teruslah memikirkan hal yang baik. Karena secara otomatis tanpa kita sadari akan melahirkan sikap kita yang baik pula dan hal yang akan datang ke kita adalah hal - hal yang baik." kurang lebih seperti itu wejangan Mas Taru Wisnu padaku.

Dan buku ini sukses membuatku meneteskan air mata. Selain karena ada yang membahas tentang Ibu, buku ini mengajak kita untuk terus semangat dalam menjalani hidup hingga Allah SWT berkata cukup dan kamu harus pulang. Ya Allah..

Maturnuwun Pakde, Mas dan Ibu yang menciptakan buku sehebat ini telah sukses memotivasi di hari Senin ini dimana hari dalam seminggu diawali dengan hari Senin. Semoga aku bisa mengawali kembali hidupku dengan hal - hal yang baik penuh kebajikan.

Salam AH :)

Komentar

  1. Terima kasih atas ulasan yang jujur dan ciamik.
    Memang kita harus selalu berusaha untuk menebar kebajikan agar hidup kita semakin bermanfaat bagi orang lain.
    Bukankah dalam sebuah hadits Rasulullah Saw juga bersabda:"Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya."

    Semoga selalu sehat dan menikmati hari-harimu dan mengisnya dengan hal-hal yang bermanfaat.

    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  2. Wah, jadi pengen cari bukunya pak de ini...

    BalasHapus
  3. ayo Mas/Mba Juju Onyols segera dapatkan di toko buku terdekat jangan toko sepatu ya karena dijamin gak ada hehe..

    Pakde Abdul Cholik *love :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Senja Bercerita Tentang

Senja kuakhiri dengan ucapan syukur karena ALLAH begitu banyak memberikan kenikmatan untukku.
Kulangkahkan kaki menyusuri jalanan basah setelah diguyur hujan, dan kusempat menghentikan langkah ketika melihat sebuah papan iklan berfotokan seorang laki-laki. Sepertinya aku mengenal laki-laki itu.
Sepersekian detik aku coba mengingatnya, dan ternyata itu kamu, teman baikku sejak 5 tahun lalu. Namun, kami putus komunikasi setelah aku memilih laki-laki lain menjadi kekasihku kala itu.
Terasa janggal memang, seketika dia berubah sikapnya saat aku berpacaran dengan Adi. Apa salahnya? Hingga detik ini pun aku tidak tahu alasan Reno menjauhiku bahkan terlihat membenciku. 5 tahun berlalu, sekarang dia sudah menjadi seorang aktor layar lebar.
Sesampainya di kamar, aku segera mengisi daya ponselku. Aku segerakan pula membersihkan badanku yang tersiram panas dan hujan. Selesai semua ritualku, aku mulai merebahkan tubuh pada kekasihku, ya tempat tidur kesayanganku. Perlahan kulepaskan semua letih dan …

Pertemuan Singkat

Mengenalmu adalah kebangkitan bagiku Mengenalmu adalah semangat baru bagiku
Panas terik Ibukota membuat aku memutuskan untuk berteduh di sebuah coffee shop tersohor di bilangan Sarinah. Sejak kecil aku memang kalah dengan panas matahari yang terlampau terik. Pasti kepalaku langsung keliyengan.
Sembari membuka laptop, aku menikmati segelas es cokelat dan sepotong kue keju. Setiap mampir ke coffee shop, aku jarang memesan kopi. Ya memang aku sesungguhnya bukan coffee lovers hehe..Jadi ya nikmati minuman yang lainnya aja.
Seperti biasanya, tempat ini ramai dikunjungi orang-orang pecinta kopi plus nongkrong. Karena tempatnya strategis jadi mereka sering menjadikan tempat ini lokasi meeting, nongkrong-nongkrong atau kerja seperti aku. Jaman sudah canggih ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan dimana aja dan kapan aja.
“Eh eh sebentar lagi Reno mau datang. Katanya dia sudah dekat.” ucap perempuan A salah satu anggota rombongan sekitar 20 orang atau lebih yang memblock hampir setengah coff…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…