Langsung ke konten utama

Segelas Air Putih dan Keripik Tempe

Segelas Air Putih dan Keripik Tempe
( dok kamera pribadi )
Tempe, hmmm makanan kesukaanku dari kecil apalagi digoreng garing dicocol sambal rasanya nikmat. Apalagi kalau tempe dibuat keripik dengan irisan daun jeruk atau ketumbar membuat keripik tempe itu renyah dan gurih. Kalau makan itu belum berhenti kalau belum habis :D Keripik tempe itu nikmat lho, selain kita mengisi mulut dikala senggang ( alias iseng :D ), kita juga dapat melestarikan jajanan atau panganan khas Indonesia khususnya Pulau Jawa.
Air putih, minuman yang sangat menyehatkan juga menjadi minuman favoritku. Satu galon bisa habis cuma dalam waktu 3 - 4 hari diminum sendirian. Apalagi dalam cuaca panas. Air putihnya yang biasa yaa bukan yang air es, aku malah gak bisa minum air dingin langsung ngilu kepala :(

Air putih disandingkan dengan keripik tempe pasangan yang 'pas' untuk menemaniku. Rasanya lelah letih lesu loyo lemas hilang sesaat disapu oleh murninya air putih, mengalir melalui tenggorokan lalu turun ke bawah hingga ia menemukan muaranya. Sedangkan aku menari bersama keripik tempe yang memberikan efek musik yang luar biasa nyaring. Lelah untuk menari maka diusap kembali dengan belaian suci air putih. Lama - lama jadi terlintas sebuah pendapat dari hatiku ( hestek halah ).

Bahwa seberapa jauh kita berjalan, selelah apapun kita mengejar dunia, sebanyak apapun kegiatan kita, sesibuk apapun, sesetres apapun, kita selalu butuh dengan yang namanya kesejukan. Belaian lembut yang selalu menyegarkan dan menghilangkan lelah kita. Darimana bisa kita dapatkan itu? Yaitu dari air wudhu ( hestek menurutku )

Lembut belaiannya, suci usapannya, dan murni kesegarannya, dirasakan sampai kehati. Bahkan segala hal yang berbau negatif akan sirna. Apakah Anda juga telah merasakan sensasi yang luar biasa sepertiku? :D

Itulah kisah segelas air putih dan keripik tempekku. Jadi yang sibuk - sibuk tadi ibaratnya keripik tempe, lalu kesegaran itu ibaratnya air putih. Gak nyambung ya? gak apa - apa deh yang penting happy :D

Selamat siang teman - teman. Semoga hari ini sangat menyenangkan buat kita semua. Jangan lupa senyum yaa :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…