Langsung ke konten utama

Antara Batuk, Gaya Hidup dan OBH Combi

Memasuki bulan suci Ramadhan tentu merupakan kabar gembira bagi semua Umat Muslim di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai macam cara dilakukan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Kebiasaan yang dilakukan kebanyakan orang adalah minum yang manis dan yang mengandung es ketika berbuka puasa. Sedangkan pada siang hari panas terik melanda dan ketika itu kita sedang berpuasa. Bisa dibayangkan betapa nikmatnya setelah seharian berpuasa di bawah panas terik lalu berbuka dengan es buah, es teh atau es - es yang lain tentunya sangat menarik bukan? Ditambah dengan gorengan yang hangat dan nikmat, hmmmm...Namun, kenikmatan itu bukan berarti aman. Iklim yang tidak menentu, kondisi badan saat berpuasa tentunya mengalami perubahaan, apalagi bagi penderita radang tenggorokan seperti saya ini. Hmmm langsung sakit tenggorokan dan ujung - ujungnya jadi batuk.

Tanggal 11 Juli 2014 kemarin saya dan teman - teman blogger yang lain diundang ke sebuah acara yang sangat bagus sekali yaitu OBH Combi yang mengangkat tema "Batuk Itu Ganggu". Bertempat di sebuah restoran Manado di Kawasan SCBD Lot 8 Jakarta Selatan ini, antusias undangan sangatlah tinggi. Karena kami berkesempatan untuk bertanya atau berkonsultasi langsung oleh dokter yang turut mendukung acara ini.

Dalam acara ini, Combiphar mengedukasi masyarakat untuk diberikan pemahaman dasar mengenai batuk dan penyebabnya. Batuk merupakan gejala sebuah reaksi normal mengeluarkan suatu benda asing dalam tubuh. Namun, apabila tidak ditangani dengan benar sejak dini, batuk dapat mengakibatkan demam hingga bisa timbul inflamasi jalur pernapasan atas yang akut dan menular.

Dokter Carlinda menjelaskan dalam kesempatan ini ada beberapa faktor penyebab batuk yang diakibatkan gaya hidup kurang sehat. Antara lain konsumsi makanan terlalu banyak minyak, berlemak, goreng - gorengan, yang kemungkinan besar bisa mengiritasi tenggorokan atau mengiritasi saluran pencernaan. Seperti yang saya alami apabila sering mengkonsumsi es atau gorengan. Tenggorokan saya yang sensitif sering tidak bersahabat dengan gula biang dan minyak kiloan. Jadi harus berhati - hati dalam mengkonsumsi dua jelas makanan tersebut.

Dokter Carlinda Nekawaty

Dokter Carlinda memberikan tips agar terhindar dari batuk yang pertama harus dilakukan adalah menghindari pencetusnya. Yaitu dengan menjaga makan dan minum kita. Cara lain untuk mencegah batuk agar tidak menular adalah dengan menggunakan masker. Hal ini penting karena salah satu penularan batuk ke orang lain lewat kontak udara. Masker yang baik dan benar adalah digunakan sekali pakai. Namun apabila dia terbuat dari kain, bisa digunakan berulang kali tapi harus rajin untuk mencucinya dengan bersih. Ditambahkan olehnya untuk mengobati batuk ringan bisa dengan cara mudah yaitu dengan banyak minum air putih, istirahat yang cukup, dan makan makanan yang bergizi. Air hangat dicampur dengan madu juga bermanfaat untuk mengurangi batuk,

Banyak sekali obat batuk yang ditawarkan di pasaran. Salah satu yang sudah bertahun - tahun dipercaya dapat mengobati batuk dengan aman yaitu OBH Combi. Senior Brand Manager OBH Combi, Combiphar, Aryana Jasiman menjelaskan bahwa kandungan Licorice ( Succus Liquorice ) atau dalam bahasa Latin Glycyrrhiza Glabra ini ada di dalam obat batuk hitam. Licorice tidak menimbulkan efek samping dan rasanya dapat diterima, sudah dimanfaatkan sejak 2000 tahun yang lalu karena berfungsi sebagai anti inflamatory dan anti alergi.

Aryana Jasiman

OBH Combi ini juga sudah diakui oeh WHO, Chinese Pharmakope dan Herbal Pharmakope, British Herbal Compendium, dan German Standard License. Oleh karenanya produk OBH Combi memanfaatkan Licorice dalam komposisi obat batuknya, selain bahan alamiah lainnya yang berfungsi sebagai ekspektoran dan antitusif yang bekerja secara perifer, modifikasi viskositas cairan pada saluran pernafasan juga relaksasi otot polos sehingga mengurangi intensitas batuk. Licorice juga mempermudah sekresi dalam mekanisme batuk antitusif ada yang bekerja secara perifer dan sistem saraf pusat.


Referensi dari hananoyuri.com

Mungkin Anda bisa mencoba menggunakan OBH Combi apabila Anda dan keluarga terserang batuk. Tentunya baca aturan pakai, jenis obat untuk anak atau dewasa, dosis yang diberikan, dan yang harus diperhatikan adalah tanggal kadaluarsa. Semoga bermanfaat dan kita bisa lebih cerdas dalam memilih obat - obatan.

Salam 
AH :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup Sehat

"Setengah dari porsi makanmu harus komposisi buah dan sayur." kata dr. Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI yang selalu terngiang dalam telinga saya. Sejak itulah saya selalu berusaha menjalankannya setiap hari. Minimal konsumsi buah dan sayur menjadi menu wajib makan siang saya. Meskipun masih jauh dari ideal, namun saya berusaha mengubah pola hidup saya diawali dengan mengubah makanan yang saya makan.
Saya terlahir dari keluarga "besar" artinya gemuk-gemuk. Keluarga saya juga kompakan mengidap diabetes dan darah tinggi. Maka dari itu saya beresiko terkena penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih akibat makan yang mungkin tidak terkontrol. Ditambah jarang berolahraga atau memang bawaan. Entahlah, yang jelas saya ingin mengubah pola hidup saya menjadi lebih sehat karena saya ingin menikmati hidup hingga 1000 tahun lamanya (maap lebay dikit hehe)
World Obesity Day p…

Ibu dan Generasi Emas Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2017 ini mengambil tema “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga.” dengan harapan setiap keluarga di Indonesia menjadi barisan terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak, baik dalam hal pendidikan hingga memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya.


Hal ini seiring sejalan dengan adanya program pemerintah menuju Generasi Emas 2045 dimana diperlukan awareness dari orang tua (terutama Ibu) terhadap putra-putrinya. Menurut dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pada acara Diskusi Publik Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045." yang diselenggarakan oleh Yayasan Adhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) beberapa waktu lalu bahwa anak Indonesia memiliki permasalahan gizi yaitu gizi kurang, kurus, pendek, obesitas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memiliki prioritas pembangunan kesehatan yaitu pengurangan kekurangan…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…