Langsung ke konten utama

Jalan - Jalan Senang Bersama Agya


Hari Minggu tanggal 8 Juni 2014 menjadi hari yang menyenangkan bagi Saya dan ketiga teman yang lain. Kami diundang untuk test drive mobil Agya. Mobil mini tapi kece ini memberi kesan tersendiri bagi siapa saja yang mengendarainya. Kami diberi kesempatan untuk berkeliling Jakarta seharian untuk merasakan kenyamanan Agya. Bukan hanya itu kami ditantang untuk mengikuti twitpic yang berhadiah voucher 2 juta. Semangatlah kami untuk berfoto dan menceritakan tentang keunggulan Agya :)




Kami menuju Taman Mini Indonesia Indah untuk mengambil foto yang indah bersama Agya. Kemudian dilanjutkan ke Kota Wisata Cibubur dan kembali ke Restoran Mbah Jingkrak Setiabudi Kuningan Jakarta untuk mengembalikan mobil ini.

Agya memiliki badan yang ramping, kecil mungil namun luas di dalamnya. Jok mobil yang luas dan empuk membuat kenyamanan bertambah ketika naik di mobil ini. Interior di dalam mobil yang sesuai untuk anak muda ini menambah keseruan saat berjalan - jalan bersama Agya. Bagasi yang super luas bisa digunakan untuk bepergian jauh sehingga tak perlu khawatir barang bawaan berantakan atau tidak muat.

Agya juga irit bensin. Walaupun dengan kecepatan yang lumayan tapi Agya seimbang tidak goyang dan mudah dikendalikan. Agya sendiri ada 2 versi, matic dan manual. Waktu itu kami dapat mobil matic. Audio di Agya juga keren jadi bisa ditemani oleh radio atau musik terus sepanjang perjalanan.






Perjalanan berakhir tepat pada saat adzan Magrib dan kami sudah berkumpul di Restoran Mbah Jingkrak. Makanannya enak suasananya juga hmmm Jawa banget. Menunggu pengumuman twitpic, berharap akan menang, tapi ternyata tidak menang juga hehe..

Apapun itu, seru sekali jalan - jalan bareng Agya. Sepertinya saya berminat untuk kelak memiliki mobil Agya. Semoga :)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cegah Obesitas Dengan Pola Hidup Sehat

"Setengah dari porsi makanmu harus komposisi buah dan sayur." kata dr. Lily Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI yang selalu terngiang dalam telinga saya. Sejak itulah saya selalu berusaha menjalankannya setiap hari. Minimal konsumsi buah dan sayur menjadi menu wajib makan siang saya. Meskipun masih jauh dari ideal, namun saya berusaha mengubah pola hidup saya diawali dengan mengubah makanan yang saya makan.
Saya terlahir dari keluarga "besar" artinya gemuk-gemuk. Keluarga saya juga kompakan mengidap diabetes dan darah tinggi. Maka dari itu saya beresiko terkena penyakit tersebut. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih akibat makan yang mungkin tidak terkontrol. Ditambah jarang berolahraga atau memang bawaan. Entahlah, yang jelas saya ingin mengubah pola hidup saya menjadi lebih sehat karena saya ingin menikmati hidup hingga 1000 tahun lamanya (maap lebay dikit hehe)
World Obesity Day p…

Ibu dan Generasi Emas Indonesia

Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2017 ini mengambil tema “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga.” dengan harapan setiap keluarga di Indonesia menjadi barisan terdepan dalam memberikan perlindungan kepada anak, baik dalam hal pendidikan hingga memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsinya.


Hal ini seiring sejalan dengan adanya program pemerintah menuju Generasi Emas 2045 dimana diperlukan awareness dari orang tua (terutama Ibu) terhadap putra-putrinya. Menurut dr. Eni Gustina, MPH, Direktur Kesehatan Keluarga Indonesia, Kementerian Kesehatan RI pada acara Diskusi Publik Dalam Rangka Memperingati Hari Anak Nasional "Pemenuhan Hak Kesehatan Anak untuk Mewujudkan Generasi Emas 2045." yang diselenggarakan oleh Yayasan Adhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) beberapa waktu lalu bahwa anak Indonesia memiliki permasalahan gizi yaitu gizi kurang, kurus, pendek, obesitas. Untuk itu, Kementerian Kesehatan memiliki prioritas pembangunan kesehatan yaitu pengurangan kekurangan…

Jeda

"Sampai kapan di Bangkok?" tanyamu pada chat WhatsApp.
Tak langsung aku membalasnya karena aku sedang menemui beberapa kolegaku.
"Hari Senin minggu depan. Kenapa?" balasku 2 jam kemudian yang berujung tak dibalas lagi olehnya.
Hari berganti hari, tak kunjung kutemui balasan darinya bahkan tak juga kulihat update di Instagram Story-nya atau posting-nya pada Instagram. Padahal dia termasuk laki-laki yang aktif berbagi cerita di dunia maya. Ya, dia lebih kekinian dibandingkan aku.
Senin menjelang tengah malam aku tiba di Jakarta. Aku sapa dia kembali mengabarkan bahwa aku sudah di Jakarta tapi gak juga ada balasannya. Bahkan untuk dibaca aja gak.
Dia menghilang.. Gak biasanya dia semenghilang ini. Tapi siapalah aku. Tak mungkin telepon terus menerus, kirim pesan terus menerus. Siapalah aku?
"Hai. Aku baik-baik aja. Semua akan berlalu. Ini adalah jeda dalam hidupku. Ini akan segera berlalu." pesan singkatnya masuk pada WhatsApp-ku yang diakhiri dengan emotic…