Cinta Itu Kata Hati ( Katanya )

Dear Diary,

Hmmm aku bingung mau mulai dari mana Dear. Tentang cinta, ya lagi - lagi tentang cinta. Tapi kali ini berbeda kisah. Beberapa kali bertemu dengan orang dengan kisahnya masing - masing membuat aku terus berpikir dan berpikir. Apa itu cinta?

Kata orang cinta itu tentang rasa, kata orang lain lagi cinta itu bukan untuk dimengerti tapi untuk dijalani. Ketika cinta datang jangan tolak, ikuti saja. Tapi bagaimana kalau cinta itu terlarang?

Pertanyaan itu terjawab oleh pernyataan dalang, penulis, seniman yang sangat aku kagumi yaitu Mas Sudjiwo Tedjo. Kurang lebih pernyataannya seperti ini, "Apabila cinta itu terlarang lalu kenapa Rahwana bisa jatuh cinta pada Shinta? dan cinta itu begitu kuat. Kalau cinta itu terlarang kenapa aku bisa jatuh cinta padamu? ( misalnya )."
Setelah ditelaah benar juga yaa. Dan aku sering mengalami itu. Jatuh cinta tapi terlarang, eh lebih tepat mungkin jatuh cinta pada saat dan orang yang tidak tepat. Mungkin seperti itu atau bagaimana aku tidak tahu.

Di sisi lain lagi, kata Kang Maman Suherman seorang penulis idolaku, berhasil memikat hatiku dengan goresan - goresan cintanya melalui karya indahnya yang berjudul "RE:", mengatakan Cinta itu kata hati. Jadi tiap kita jatuh cinta itu ya hati yang berbicara. Kurang lebih seperti itu pemahamanku tentang sepenggal kalimat Kang Maman tentang cinta tersebut.

Di lain sisi sempat diskusi dengan salah satu guruku yaitu Bapak Iskak Wijaya yang menyatakan "Yang namanya cinta itu tidak pakai jatuh. Karena kalau pakai jatuh berarti Kau siap untuk sakit. Ketika Kau menyatakan 'Aku jatuh cinta padamu' itu berarti Kau sedang kesakitan. Yang benar ya 'Aku cinta padamu'. Cinta itu membahagiakan, cinta itu mendamaikan bukan saling menyakiti." Diskusi kami sangat panjang ketika membicarakan soal itu. Bahkan sampai membahas tentang tingkatan cinta.

Lalu apa sebenarnya cinta?

Menurutku, cinta itu hal yang tidak bisa dilihat, didengar, diungkapkan dan dipersalahkan. Tapi cinta itu untuk dirasa, disampaikan melalui ekspresi. Mungkin karena aku orang yang sangat simple. Gak mau banyak omong, mengumbar janji ini itu, tapi aku lebih menghargai setiap usaha atau pembuktian yang nyata. Ketika aku bilang "Aku mencintai dia" maka getar - getar lembut saat aku mengingat wajahnya, mengingat suaranya, mengingat semua tentangnya, getaran lembut itu aku rasakan hingga ke relung hati. Mengalir ke otak dan diedarkan ke seluruh badan melalui peredaran darah.

Jadi, aku merindukan saat - saat merasakan cinta.

Itu pendapatku tentang cinta, pendapatmu apa temans? :)

Komentar

  1. Cinta memang membahagiakan. Alam punya sejuta alasan manis saat kita bercerita tentang dia.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer