Langsung ke konten utama

Cerita Cinta Yang Terkubur Bersamamu, Re:

Re:

Kisah yang menyimpan seribu tanya menarik perhatian semua orang bagi yang sudah mendengar ada buku kece yang berjudul "Re:" ini. Buku yang ditulis oleh Maman Suherman yang akrab dipanggil Kang Maman ini laris dipasaran, sampai sudah masuk kecetakan kedua, mudah - mudahan cetakan ketiga akan segera menyusul :D Buku setebal 160an halaman ini membuat saya merinding. Halaman demi halaman memberiku banyak pelajaran, tentunya tentang kehidupan.

Bedah buku Re: ini sebenarnya sudah lama dilaksanakan bareng komunitas blogger yaitu tanggal 3 Mei 2014 bertempat di Ayam Tangkap Atjeh daerah Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Awalnya saya tidak tahu informasi ada kegiatan ini, tapi keinginan datang begitu kuat. Mungkin karena saya rindu akan bedah buku yang bergenre seperti Re: ini.


Pertama kali datang langsung disambut meriah oleh teman - teman blogger lainnya, tak kalah ramahnya Kang Maman menjabat erat tanganku sebagai tanda selamat datang kepadaku, tentunya kepada kami semua :D Baru saja duduk langsung disodori buku yang bersampul hitam, tulisan judulnya putih dibiaskan dengan warna biru. Menurutku eye catching sekali :)


Gak mau kalah sama yang lain, aku langsung minta tanda tangan penulis dan dia menambahkan kata - kata " Perempuan itu Ibuku". Hmm sepertinya karena faktor mukaku seperti Ibu - ibu jadinya dia nulisnya gitu. -.-

Re:, seorang perempuan kupu - kupu malam yang hadir di masa Kang Maman sedang menulis skripsinya ini memberi banyak kisah yang tak biasa. Dia rela mengorbankan hidupnya demi kebahagiaan sang buah hatinya. Satu kalimat atau percakapan yang masih aku ingat, dan ini diceritakan langsung oleh sang penulis.

"Nama gue Re:. Gue seorang pelacur."

Dengan lantang dia menyuarakan bahwa dirinya adalah pelacur ditengah masyarakat yang memandang miring profesi ini. Sungguh luar biasa. Pelacurnya pun pelacur lesbian pula. Bayangkan dia harus melayani semua orang, baik laki - laki maupun perempuan, dan pada akhirnya dia hanya fokus untuk pelanggan perempuan saja.

Setiap halaman yang aku baca, aku merasakan Re: itu hidup di depanku dan bercerita sendiri tentang kisahnya. Banyak hal yang ingin dia sampaikan namun banyak yang diedit dalam buku ini. Sayang sekali sebenarnya. Mungkin cerita selengkapnya hanya untuk orang - orang terpilih.

Re: yang sudah mati kehidupannya tetap memiliki cahaya yang menemani dia sampai akhir hidupnya. Kasih sayang tulus yang ada dalam hatinya membuat dia menjadi perempuan kuat. Bahkan dia tidak mau mengotori tubuh anaknya dengan keringatnya. "Aku tidak ingin mengotorinya dengan keringatku, peluklah dia untukku Man" sedikit kalimat dia yang tertulis di buku ini.

Terlalu naif apabila kita menutup telinga dan memejamkan mata untuk mengetahui kisah - kisah perempuan seperti Re:. Semakin tahun semakin banyak perempuan seperti Re:. Pertanyaannya apakah dihati mereka masih memiliki cinta yang suci?

Tepat pukul 12 malam aku selesai membaca buku ini. Bagian yang aku sampai baca berulang kali adalah "Tetirah", dibagian itu ada surat Re: untuk Herman agar dia menjaga anaknya. Re: menitipkan semua uang tabungannya, beberapa benda untuk anaknya, dan yang paling mengharukan adalah dia menitipkan pelukan kasih sayang kepada anaknya. Karena Re: tidak pernah sempat untuk merasakan pelukan kasih sayang kepada anaknya.

Tetirah ini juga membuat aku semakin yakin bahwa semua orang tahu kapan dia harus berlari dan kapan dia harus beristirahat. Dan Re: menempatkan waktunya sangat tepat untuk menyelesaikan cerita cintanya di dunia. Kemudian dia bawa untuk menemaninya menuju keabadian.

Dialah Re:


Komentar

  1. Re: selalu membuka sebuah kisah baru.

    Sayangnya, aku ga berani baca ulang, entah kenapa .. perih...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BPOM Ajak Pelaku Usaha Mengedukasi Masyarakat Melalui Perka No. 31 Tahun 2018

Sebagai anak kos, saya sering mengonsumsi pangan olahan yang dibeli dari supermarket karena lebih praktis. Oleh karena itu saya tidak boleh lengah untuk tidak membaca label pada kemasannya, kapan tanggal kadaluarsa, kode produksi dan informasi gizi di dalam pangan tersebut. Kebanyakkan dari kita sering lupa untuk melakukan hal tersebut. Jangan karena beli di supermarket lalu kita menganggap enteng hal itu, biar bagaimanapun kita harus menjadi konsumen cerdas sebelum membeli.
Belum lama ini BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan Perka Nomor 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan yang merupakan revisi dari peraturan terkait label pangan olahan yang sebelumnya diatur dalam Lampiran IV Peraturan Badan POM Nomor 27 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pangan Olahan.
Kalau boleh saya rangkum isi Perka Nomor 31 tahun 2018 adalah sebagai berikut :
Harus tercantum label halal (apabila memang pangan tersebut halal). Label halal dapat dicantumkan sepanjang telah mendapat sertifikat halal …

Kenali dan Cegah Thalassemia Sedini Mungkin

Musim hujan telah tiba nih, sudah seharusnya kita meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan. Seperti biasa, musim hujan maka flu mudah menyerang. Belum nanti diare dan lain sebagainya. Konsumsi makanan bergizi seimbang, gerak badan alias olahraga, dan istirahat cukup adalah upaya pencegahan berbagai macam penyakit. Sebenarnya bukan hanya pada musim penghujan aja sih, kita harus setiap hari usaha menjaga pola hidup sehat.
Berbicara soal kesehatan tidak akan ada habisnya apalagi bicara soal penyakit. Nah, minggu lalu saya mengikuti seminar “Pengendalian Kanker dan Thalassemia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker dan thalassemia. 
Tentang Thalassemia
Saya mau berbagi informasi tentang thalassemia dulu ya, karena bagi saya thalassemia masih asing diketahui. Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah merah yang diturunkan dari kedua orangtua kepada anak dan keturunannya. Penyakit ini disebabkan karena berkura…

Akhir Pekan Seru di Banten Lama

Entah mengapa sejak 2 bulan belakangan ini, saya ingin sekali menghabiskan waktu akhir pekan di Banten Lama. Sampai-sampai saya mengatakan hal ini ke beberapa kawan dan juga sepupu saya yang hobinya “ngulik tempat-tempat bersejarah.
Seakan alam tahu apa keinginan hati dengan keberuntungan saya bergabung dalam kegiatan “Pesona Cagar Budaya Indonesia, Banten Lama.” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Ya, tanggal 12-14 Oktober 2018 lalu saya explore Banten Lama.
Meskipun bukan kali pertama saya datang ke sini namun pesona Banten Lama tetap mencuri perhatian. Apa sih yang membuat saya ingin datang lagi ke Banten Lama? Cerita sejarah yang menjadi cagar budaya di tempat ini sungguh mengesankan. Banten dulunya sempat berjaya mengusai ekonomi nusantara dengan hasil rempah-rempah yang melimpah. Para pedagang dari India, Malaysia, Vietnam hingga Cina berbondong-bondong merapat di Pelabuhan Karangantu, Banten. Hi…